Pasar laptop untuk keperluan bisnis di Indonesia berkembang dinamis. Hal itu terlihat dari kebutuhan masyarakat terhadap laptop yang mampu menunjang berbagai macam pekerjaan.
Perubahan yang cukup terlihat yakni dulu daya tarik utama sebuah laptop kerja hanya soal performa, bobot tipis, dan baterai awet. Kini, produsen berlomba menambahkan dua nilai baru yang makin dicari korporat.
Perusahaan tak lagi mau membeli perangkat yang rentan rusak saat dipakai dinas ke lapangan, apalagi jika proses klaim garansinya berbelit. Tren inilah yang coba dijawab ASUS lewat ExpertBook P5 G2. Laptop bisnis terbarunya ini mengusung status Copilot+ PC dan standar perangkat AI besutan Microsoft yang belakangan jadi incaran banyak pelaku bisnis.
Berikut sejumlah alasan memilih ASUS ExpertBook P5 G2 sebagai laptop penunjang bisnis korporasi.
1. Copilot+ PC dan Signifikansinya untuk Bisnis
Copilot+ PC merupakan sertifikasi Microsoft yang mewajibkan sebuah laptop memiliki NPU, chip khusus pemrosesan kecerdasan buatan dengan kecepatan minimal 40 TOPS (Tera Operations Per Second). Standar ini memungkinkan fitur AI seperti Recall, penerjemahan otomatis Live Captions, hingga Cocreator berjalan langsung di perangkat tanpa harus terhubung ke server cloud.
"ASUS ExpertBook P5 G2 melampaui ambang batas itu dengan NPU hingga 50 TOPS. Artinya, proses AI berjalan lebih responsif sekaligus data pengguna tetap tersimpan di perangkat, sebuah nilai tambah yang penting bagi profesional yang sehari hari mengolah dokumen sensitif perusahaan," tulis ASUS dalam keterangan resminya, Rabu (30/9/2026).
2. Windows 11 Pro, Pilihan Lebih Masuk Akal untuk Bisnis
ASUS ExpertBook P5 G2 tersedia dalam pilihan sistem operasi Windows 11 Home maupun Pro. Namun, untuk kebutuhan korporat, varian Pro lebih relevan. Windows 11 versi Pro menyediakan BitLocker untuk enkripsi penuh isi penyimpanan, Windows Hello for Business, serta kemampuan bergabung ke jaringan Azure AD atau domain perusahaan.
Tak hanya itu, Windows 11 Pro juga dilengkapi fitur Remote Desktop host serta sederet kapabilitas yang tidak tersedia di Windows 11 Home, tetapi krusial bagi divisi IT yang mengelola ratusan perangkat kerja sekaligus di dalam perusahaan.
3. Performa untuk Menopang Pekerjaan Berat
Bergeser ke dapur pacunya, ASUS ExpertBook P5 G2 dibekali prosesor hingga Intel Core Ultra 7 Series 3 dan RAM DDR5 hingga 64 GB. Kombinasi ini cukup untuk menjalankan multitasking berat maupun mengolah berkas berukuran besar tanpa tersendat.
"Kapasitas penyimpanannya pun fleksibel berkat konfigurasi dual SSD hingga 3TB yang bisa di-upgrade sendiri oleh pengguna. ASUS turut menyematkan teknologi pendingin ExpertCool yang diklaim menjaga performa tetap stabil di konsumsi daya 40 watt, bahkan saat laptop dipakai bekerja secara terus menerus dalam waktu lama," tulis ASUS.
4. Fitur AI untuk Menunjang Produktivitas Harian
Selain mengandalkan fitur bawaan Windows Copilot+, ASUS melengkapi laptop ini dengan aplikasi eksklusif bernama MyExpert yang menghadirkan chatbot AI, pusat pengetahuan internal, dan sejumlah perkakas pendukung untuk mempercepat pekerjaan administratif.
Ada pula ExpertMeet, fitur yang bisa merekam dan merangkum jalannya rapat secara otomatis, lengkap dengan terjemahan real time. Kombinasi fitur semacam ini kini jadi salah satu pembeda utama antar-laptop bisnis, karena perusahaan semakin menuntut perangkat kerja yang bisa langsung membantu efisiensi tim, bukan sekadar mesin pengetik dokumen.
5. Ketahanan dan Keamanan Jadi Pertimbangan Utama Korporat
Soal ketahanan fisik, ASUS ExpertBook P5 G2 diklaim telah lolos uji standar militer MIL-STD-810H dengan bobot mulai 1,38 kilogram dan baterai berkapasitas 65 Wh. Kombinasi ini membuatnya cukup ringkas dibawa mobile, namun tetap tangguh menghadapi kondisi kerja lapangan.
Bergeser ke aspek keamanan, laptop ini mengantongi sertifikasi Windows 11 Secured-core PC dengan BIOS mengikuti standar NIST SP 800-155 untuk melindungi sistem dari serangan level firmware.
Laptop ini juga memiliki fitur ASUS ExpertGuardian berupa pelindung webcam fisik, kamera inframerah, dan slot Kensington lock untuk mengunci perangkat secara fisik.
"Sebagai pelengkap, pengguna juga mendapat langganan gratis McAfee+ Premium selama satu tahun yang memantau keamanan identitas digital," tulis ASUS.
6. Manjakan Pelanggan Lewat Layanan Purna Jual
Di luar spesifikasi hardware, ASUS turut menonjolkan dukungan purna jual lewat program ASUS Expert Warranty yang mencakup layanan perbaikan on-site, bantuan teknis khusus, dan dukungan pelanggan yang siaga 24 jam. Tim ASUS Indonesia juga dapat melakukan kustomisasi lebih lanjut untuk jenis layanan purna jual yang diberikan.
Aspek ini kerap luput dari sorotan, padahal jadi pertimbangan penting bagi perusahaan, sebab downtime perangkat kerja karyawan langsung berdampak pada produktivitas bisnis secara keseluruhan.
"Dengan kombinasi performa AI, ketahanan fisik, keamanan berlapis, dan jaminan layanan yang komprehensif, ASUS ExpertBook P5 G2 mencerminkan arah baru laptop bisnis masa kini, perangkat yang dituntut bukan cuma cepat dan ringan, tapi juga tangguh dan bisa diandalkan dalam jangka panjang," tutup ASUS.
(akd/akd)