Banjir menggenang Jalan Raya Kopo Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026). Akses jalan menuju ke arah Soreang lumpuh total.
Akses jalan yang kerap disapa Jalan Dengdek (Jadek) tersebut menggenang dengan ketinggian terdalam satu meter. Beberapa kendaraan motor yang memaksa melintas harus mogok di tengah genangan.
Kendaraan pribadi roda empat dan dua pun memilih untuk berputar arah dan memilih menggunakan jalan alternatif lain. Kendaraan yang bisa melintas genangan tersebut hanya truk dengan ukuran besar.
Warga Soreang, Martin Rendi Laksana (36) mengatakan, banjir tersebut diawali dengan adanya hujan intensitas tinggi. Ia pun terpaksa menepikan kendaraannya di minimarket.
"Iya tadi jam 1 siang saya milih neduh di sini (minimarket). Karena hujannya gede banget. Hujan deras melanda sampai sekarang," ujar Martin, saat ditemui di lokasi.
Pihaknya menjelaskan setelah hujan melanda, air dari selokan dan sungai-sungai kecil langsung meluap ke tengah jalan. Hal tersebut membuat area jalan tergenang banjir.
"Enggak lama, air langsung menggenang ke tengah jalan," katanya.
Dia menyebutkan dengan adanya banjir tersebut lalu lintas terhenti sementara. Sehingga dirinya harus terpaksa menggunakan jalur lain untuk pulang.
"Ini mah suka lama surutnya. Jadi saya kayanya milih muter aja nyari jalan lain. Ya sudah gimana lagi da mau pulang," jelasnya.
Sementara itu, warga Katapang, Aditya Herman (31) mengungkapkan, banjir tersebut kerap terjadi jika hujan deras melanda. Sehingga banjir tersebut telah ada sejak dirinya masih kecil.
"Ah banjir ini mah udah ada sejak saya masih kecil. Kalau udah gini mah akses juga susah lah, warga juga kesulitan melintas," kata Aditya.
Dia berharap banjir tersebut bisa segera ditangani oleh pihak terkait. Pasalnya adanya banjir tersebut membuat aktivitas warga terganggu.
"Semoga aja pemerintah bisa segera menangani permasalahan banjir ini. Kalau banjir ini saya ke Kota dan Kabupaten Bandung pun jadi susah," pungkasnya.
(yum/yum)