Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat, terutama generasi muda, lebih berhati-hati dalam menerima informasi dari platform digital.
Pesan itu Prabowo sampaikan saat menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Di hadapan para santri dan generasi muda, Prabowo menekankan pentingnya sikap kritis dalam menyikapi informasi yang muncul di media sosial. Ia juga mengingatkan mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di ruang digital.
"Anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih. Kalian yang akan meneruskan perjuangan kita," kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyinggung pihak yang ia sebut sebagai antek-antek asing. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang mereka sebarkan melalui media sosial.
"Jangan percaya mereka-mereka yang saya katakan antek-antek asing. Jangan percaya mereka. Mereka punya uang, mereka bisa bayar buzzer, mereka bisa main di sosmed. Hati-hati. Jangan percaya semua yang ada di sosmed itu," sambungnya.
Prabowo Singgung Pengaruh Informasi di Medsos
Prabowo mengatakan informasi yang beredar di media sosial dapat memengaruhi semangat dan kepercayaan diri masyarakat. Ia menilai ada pihak yang ingin membuat Indonesia menjadi bangsa yang lemah.
"Mereka ingin menurunkan semangat kita. Mereka ingin menurunkan keberanian kita. Mereka ingin menurunkan kepercayaan diri kita. Mereka ingin kita, mereka ingin kita lemah. Mereka ingin kita tetap miskin. Mereka ingin kita jadi budak mereka selamanya. Kita tidak mau jadi budaknya bangsa lain," tegasnya.
Prabowo kemudian menekankan pentingnya Indonesia membangun kekuatan sendiri. Menurut dia, bangsa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung kepada bangsa lain.
"Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," pungkasnya.
Baca berita selengkapnya di detikNews.
(amw/sud)