PVMBG: Potensi Letusan Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 08 Sep 2026 11:03 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: PVMBG/Handout via REUTERS)
Bandung -

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan perkembangan terkini aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Siaga (Level III).

Dari hasil pantauan pada 7-8 September 2026, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Cuaca terpantau cerah hingga mendung, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Suhu udara berada di kisaran 26°-31° C. Pengamatan visual dan CCTV memperlihatkan terjadinya erupsi, namun tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Selama periode 7-8 September 2026, terekam dua kali gempa erupsi, empat kali gempa hembusan, 76 kali gempa low frequency, 100 kali gempa hybrid/fase banyak, gempa tremor menerus, delapan kali gempa vulkanik dangkal, dan sembilan kali gempa vulkanik dalam.

"Energi aktivitas vulkanik yang dicerminkan dari nilai perataan amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) mengalami peningkatan pada tanggal 5 September 2026 tetapi menurun kembali pada tanggal 6 September 2026," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, data tiltmeter Stasiun Tanjung dan Lava93 menunjukkan pola mendatar sebagai indikasi kondisi konstan, tanpa adanya peningkatan ataupun penurunan yang signifikan.

Hasil evaluasi menunjukkan episode erupsi menerus yang terjadi sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB telah berakhir pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB setelah berlangsung selama 25 jam. Hingga 8 September 2026, telah terjadi enam kali erupsi strombolian sejak episode erupsi menerus berakhir.

Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang.

"Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi. Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi. Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi," jelasnya.

"Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," tambahnya.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 8 September 2026, maka tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

1. Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya awan panas, lava, dan lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.

2. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau direkomendasikan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker selama beraktivitas untuk menghindari gangguan pernapasan.

3. Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan memercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.

4. Untuk mengetahui informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunung Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten).




(wip/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork