Pemerintah Iran mengubah kebijakannya dari defensif menjadi sepenuhnya ofensif setelah upaya mencapai kesepakatan penghentian permanen perang dengan Amerika Serikat menemui jalan buntu.
Hingga Selasa (18/8/2026), belum terlihat tanda-tanda Iran dan Amerika Serikat bergerak menuju penghentian konflik yang bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Seorang pejabat Iran mengatakan Teheran kini bersiap meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.
"Entitas Iran harus siap untuk meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan wilayah yang lebih luas, karena Iran akan siap untuk mengambil keputusan dan bertindak atas keputusan-keputusan sulit," kata pejabat Iran tersebut dikutip kantor berita Reuters, Selasa (18/8/2026).
Pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengatakan Teheran akan melancarkan serangan militer yang tepat waktu dan akurat jika diplomasi gagal. Iran menargetkan serangan tersebut untuk mematahkan blokade angkatan laut Amerika Serikat.
(ita/sud)