Cerita di Balik Pengibaran Merah Putih Pertama di Cianjur

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 17 Agu 2026 11:30 WIB
Kantor polisi Cianjur yang jadi lokasi pengibaran merah putih pertama di Cianjur (Foto: Istimewa).
Cianjur -

Pada 18 Agustus 1945, Kabupaten Cianjur resmi mengibarkan sang Bendera Merah Putih. Namun aksi pengibaran di salah satu kantor keresidenan Jepang itu tak lepas dari dua momen besar pada 16 dan 17 Agustus 1945.

Aksi 67 personel Polisi membangkang dari Jepang dan dua tokoh muda Cianjur yang turut dalam proklamasi di Jakarta membakar semangat pemuda Cianjur untuk merdeka dan mengibarkan bendera Indonesia.

Sekadar diketahui, pengibaran bendera merah putih pertama di Cianjur terjadi pada 16 Agustus 1945. Pada momen itu, 67 Polisi secara nekat menurunkan bendera Jepang dan menghindarkan sang Merah Putih.

Momen bersejarah itu berawal dari bocornya informasi Jepang yang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 pasca peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.

Sejarawan Cianjur Hendi Jo, menyebutka menyerahnya Jepang yang diumumkan secara Internasional itu diterima oleh para pejuang terutama dari golongan pemuda setelah mencabut segel pada radio.

"Saat itu radio dilarang. Adapun diizinkan tapi disegel hanya untuk saluran Jepang. Tapi karena nakalnya pejuang kita, segel itu dibuka. Berita menyerahnya Jepang pun bocor ke khalayak," ujar dia, Senin (17/8/2026).

Meski di bawah 'asuhan' atau pengaruh Jepang, kabar yang diterima itu membuat kepolisian di Cianjur yang mayoritas merupakan rakyat Indonesia nyatanya masih memiliki kesadaran dan jiwa cinta tanah air.

Sebanyak 67 anggota Kepolisian Indonesia di Cianjur pun dengan nekat menurunkan Bendera Hinomaru dan mengibarkan Sang Merah Putih di depan Kantor Kepolisian Indonesia di Cianjur pada 16 Agustus 1945.

"Kepala Kantor Kepolisian Resort Cianjur R. Yunus Sudibyaiberata yang berpangkat letnan menugaskan kepada anak buahnya untuk menaikan Bendera Merah Putih yaitu Gani dan Djunaedi sedangkan yang bertugas menurunkan Bendera Jepang yaitu Wiharya dan Wihardja," ujar Hendi Jo.

Dia mengungkapkan jika saat itu di Kantor Kepolisian terdapat seorang atasan yang merupakan warga Jepang, namun pergerakan dari puluhan anggota kepolisian itu membuatnya tak berkutik.

"Jadi dibiarkan saja anggota kepolisian yang merupakan rakyat Indonesia mengibarkan Merah Putih," tuturnya.

Simak Video "Video Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih Dipimpin Prabowo"


(mso/mso)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork