Kabar Internasional

Kisah Hotel 'Hantu': Dilelang Harga Receh, Terjual Ratusan Miliar

Sekar Aqillah Indraswari - detikJabar
Sabtu, 08 Agu 2026 22:00 WIB
Hotel Rockhampton Plaza (Foto: Lloyds Auctions)
Jakarta -

Bayangkan sebuah bangunan tujuh lantai dengan 66 kamar ditawarkan dengan harga awal yang lebih murah dari seporsi makan siang, hanya US$1 atau sekitar Rp17.919. Itulah kenyataan pahit sekaligus unik yang menyelimuti Rockhampton Plaza, sebuah hotel di Australia yang belakangan ini menjadi buah bibir.

Namun, harga "receh" tersebut bukan tanpa alasan. Berdiri di jantung kota Rockhampton, hotel ini kini hanyalah cangkang beton yang rapuh. Kondisinya begitu memprihatinkan hingga otoritas setempat melarang siapa pun menginjakkan kaki ke dalam gedung karena risiko ambruk yang mengintai di setiap sudutnya.

Padahal, sebagaimana dilansir dari detikProperti, jika menengok ke belakang, Rockhampton Plaza sempat mengecap masa kejayaan sejak pertama kali dibuka pada 1996. Namun, roda nasib berputar. Sejak berhenti beroperasi pada 2014, kemegahannya luntur ditelan waktu. Satu dekade terbengkalai mengubahnya menjadi bangunan kumuh yang menyeramkan.

Selama bertahun-tahun, hotel ini menjadi magnet bagi masalah. Orang-orang tak dikenal masuk tanpa izin, aksi vandalisme merajalela, hingga laporan mengenai penyalahgunaan narkoba di dalam gedung yang membuat warga sekitar gerah. Keluhan demi keluhan pun bermuara pada desakan agar Dewan Regional Rockhampton segera bertindak. Hasilnya, perintah kesehatan masyarakat dikeluarkan untuk membersihkan area tersebut, lengkap dengan pagar pembatas demi menjaga keamanan warga.

Masalah properti ini kian pelik saat menilik sisi finansialnya. Sang pemilik, pengusaha James Chang dari Chang Holdings Pty Ltd., terjerat tunggakan pajak yang fantastis, mencapai lebih dari US$200.000 atau setara Rp3,5 miliar. Belum lagi denda pelanggaran keselamatan kebakaran yang menyentuh angka US$44.000 (sekitar Rp788 juta).

Di tengah tumpukan masalah itulah, Lloyds Auctions dan Ray White akhirnya menggelar lelang. Meski kondisinya hancur lebur, Lee Hames selaku Kepala Bagian Operasional Lloyds Auctions tetap optimistis bahwa properti ini menyimpan potensi besar bagi mereka yang berani mengambil risiko.

Drama lelang pun terjadi tepat di depan pintu hotel yang tertutup rapat. Meski dimulai dari angka Rp17 ribuan, antusiasme pembeli ternyata luar biasa. Sekitar 10 orang bersaing ketat, yang kemudian mengerucut pada tiga penawar utama: satu hadir langsung di lokasi, satu melalui daring, dan satu lagi melalui sambungan telepon dari Gold Coast.

Ketegangan berakhir saat palu diketuk pada angka US$5,75 juta atau sekitar Rp103 miliar. Sang pemenang bukanlah orang baru di industri ini, ia adalah seorang pengusaha perhotelan kawakan yang sudah memiliki jaringan hotel di seantero Australia.

Kini, babak baru dimulai bagi Rockhampton Plaza. Sang pemilik baru berkomitmen untuk tidak membiarkan bangunan itu terus merana. Rencana renovasi besar-besaran sudah disiapkan guna mengembalikan fungsi aslinya sebagai hotel. Tantangannya tentu tidak mudah, namun dari harga awal yang setara uang receh, gedung ini kini memikul harapan baru untuk kembali bersinar di cakrawala kota.


Artikel ini sudah tayang di detikProperti, selengkapnya di sini



Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"

(aqi/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB