Pengendara Keluhkan PJU Padam di Jalur Bandung-Garut, Rawan Laka!

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 30 Jul 2026 19:04 WIB
Foto: Wisma Putra
Bandung -

Gelap gulita. Itulah pemandangan di Jalan Raya Garut-Bandung, tepatnya di kawasan industri Cimanggung, Kabupaten Sumedang hingga Rancaekek, Kabupaten Bandung. Jalur nasional ini mencekam lantaran lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) padam total.

Penerangan di jalur ini praktis hanya mengandalkan sisa cahaya dari deretan pertokoan dan rumah warga di sepanjang jalan. Selain itu, sorot lampu dari truk dan bus yang melintas menjadi satu-satunya tumpuan untuk memecah kegelapan malam.

Tak hanya di kawasan Cimanggung dan Rancaekek, pantauan detikJabar pada Rabu (29/1) malam menunjukkan kondisi serupa di ruas Jalan Raya Bandung-Garut lainnya. Penampakan jalan gelap terpantau mulai dari wilayah Jatinangor, Cileunyi, Cicalengka, hingga Nagreg.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengendara yang melintas. Salah satunya adalah Salma (28), warga Nagreg yang mengaku rutin melewati jalur tersebut untuk beraktivitas.

"Tiap hari melintas jalan ini, kerja di Cileunyi, rumah di Nagreg," kata Salma kepada detikJabar.

Ibu muda ini mengungkapkan bahwa kondisi Jalan Raya Bandung-Garut yang gelap sangat rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

"Rawan sekali, suka ada kendaraan yang gak ada lampunya, apalagi suka banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan dan tidak terlihat kalau hanya disorot lampu motor saja," ujar Salma.

Salma berharap PJU yang padam segera diperbaiki agar masyarakat merasa aman saat melintas di malam hari.

"Biar terang, PJU nya harus menyala, harus diperbaiki, jangan dibiarkan, jangan sampai ada kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa, kan warga yang rugi kalau ini dibiarkan," tuturnya.

Banyak Pengendara Melawan Arus Lalin

Kondisi gelapnya Jalan Raya Bandung-Garut kian diperparah dengan perilaku buruk pengguna jalan. Dadi (36), pengendara lainnya, mengeluhkan banyaknya kendaraan yang nekat melawan arus di tengah kegelapan. Menurutnya, aksi tersebut sangat membahayakan nyawa orang lain.

"Iya membahayakan sekali, egois sekali mereka saat berkendara," ujar Dadi.

Dadi mengkhawatirkan perilaku melawan arus tersebut dapat berujung fatal, baik bagi si pelanggar maupun pengendara yang sudah tertib.

"Gimana kalau ketabrak, bukan cuman dia yang rugi, tapi orang lain juga rugi," tegasnya.

Terkait padamnya fasilitas penerangan, Dadi pun mendesak pemerintah segera turun tangan. Ia mempertanyakan fungsi pajak yang dibayarkan warga jika fasilitas dasar seperti PJU diabaikan.

"PJU nya harus diperbaiki, kan kita bayar pajak, kemana tuh uang pajak kalau PJU ini dibiarkan padam," pungkasnya.



Simak Video "Video Kakorlantas: Korban Tewas Kecelakaan Turun 25% saat Operasi Lilin 2025"

(wip/tya)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork