Piala Dunia 2026 dipastikan tidak akan melahirkan juara baru. Empat tim yang berhasil menembus babak semifinal merupakan negara-negara yang sudah pernah mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Melansir detikSport, sebelum perempatfinal dimulai, tersaji duel menarik antara empat mantan juara dunia melawan empat tim yang belum pernah merasakan gelar Piala Dunia. Prancis menghadapi Maroko, Spanyol bertemu Belgia, Inggris melawan Norwegia, sedangkan Argentina ditantang Swiss.
Baca juga: Tak Ada Juara Baru di Piala Dunia 2026 |
Banyak yang berharap akan muncul kejutan. Namun, hasil di lapangan justru menunjukkan dominasi tim-tim berpengalaman. Seluruh mantan juara berhasil mengamankan tiket ke semifinal.
Prancis lebih dulu menyingkirkan Maroko dengan kemenangan 2-0. Spanyol kemudian mengatasi perlawanan Belgia 2-1, disusul Inggris yang mengalahkan Norwegia 2-1, serta Argentina yang menundukkan Swiss 3-1 setelah melalui babak tambahan.
Komposisi semifinal pun menghadirkan duel klasik antarnegara dengan sejarah panjang di Piala Dunia. Argentina, sang juara bertahan, akan menghadapi Inggris yang terakhir kali menjadi juara pada edisi 1966. Sementara itu, Spanyol, juara dunia 2010, akan berhadapan dengan Prancis yang terakhir mengangkat trofi pada 2018.
BBC melaporkan bahwa untuk pertama kalinya sejak peringkat FIFA diperkenalkan pada 1994, empat tim yang menempati posisi teratas ranking dunia berhasil melaju bersama ke babak semifinal Piala Dunia.
Hal tersebut juga tidak lepas dari sistem unggulan yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026. Empat negara dengan peringkat FIFA tertinggi saat pengundian, yakni Spanyol (1), Argentina (2), Prancis (3), dan Inggris (4), ditempatkan di bagan yang berbeda sejak awal turnamen.
Dengan skema tersebut, keempat tim tidak mungkin saling bertemu sebelum semifinal, selama mereka mampu finis sebagai juara grup masing-masing. Skenario itu akhirnya benar-benar terwujud.
Spanyol dan Argentina, yang menempati peringkat pertama dan kedua dunia, juga ditempatkan di jalur yang berbeda sehingga keduanya baru berpotensi bertemu apabila sama-sama berhasil melaju ke partai final.
FIFA menyebut kebijakan tersebut diterapkan untuk menciptakan bagan turnamen yang lebih seimbang, sehingga tidak ada satu jalur yang jauh lebih berat dibandingkan jalur lainnya.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
Simak Video "Video: Semifinal Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!"
(adp/dir)