Sebuah Ferrari 488 GTB seharga miliaran rupiah di China viral setelah dijadikan 'wahana bermain' empat bocah tak dikenal. Mobil sport itu bahkan dipakai sebagai perosotan hingga mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Disitat dari Carscoops, Jumat (3/7), peristiwa tersebut terjadi di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, saat pemilik Ferrari sedang melakukan perjalanan dinas. Rekaman CCTV menunjukkan empat anak berusia di bawah 10 tahun memanjat kap mesin, berdiri di kaca depan, berjalan di atap, lalu meluncur di kaca belakang layaknya perosotan.
Tak hanya itu, mereka juga terlihat menusuk bodi mobil menggunakan batang bambu. Aksi tersebut membuat mobil seharga Rp 9,5 miliaran itu mengalami baret cukup dalam di kap mesin, atap, fender, lampu belakang, hingga kaca. Bemper depan juga dilaporkan retak.
Saat pulang, si pemilik dibuat terkejut melihat kondisi mobilnya. Meski begitu, dia mengaku sempat berusaha menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Bahkan, dia memilih tidak memperbaiki mobil di bengkel resmi Ferrari karena biayanya diperkirakan bisa menembus 100 ribu yuan atau Rp 260 jutaan.
Sebagai gantinya, Ferrari itu diperbaiki di bengkel umum dan menggunakan komponen aftermarket. Total biaya perbaikannya hanya 29.360 yuan atau Rp 70 jutaan.
Sayangnya, upaya damai tidak membuahkan hasil. Dalam mediasi di kantor polisi, orang tua para bocah hanya bersedia membayar ganti rugi 5.000 yuan atau sekitar Rp 13 jutaan. Mereka juga diklaim tak meminta anak-anaknya menyampaikan permintaan maaf.
Merasa dirugikan, pemilik Ferrari akhirnya membawa kasus tersebut ke pengadilan. Dia menggugat orang tua keempat bocah itu untuk meminta ganti rugi sesuai biaya perbaikan mobil.
Menurut hukum di China, anak berusia di bawah 14 tahun tidak bisa dikenai sanksi penahanan administratif. Karena itu, tuntutan ganti rugi atas kerusakan kendaraan hanya dapat diajukan kepada orang tua atau wali melalui jalur perdata.
Artikel ini telah tayang di detikOto.
(sfn/yum)