Kabar Internasional

Update Terkini Gempa Kembar Venezuela: Korban Terus Bertambah

Tim detikcom - detikJabar
Kamis, 25 Jun 2026 11:40 WIB
Kerusakan efek gempa di Caracas, Venezuela (Foto: REUTERS/Reuters TV)
Venezuela -

Venezuela diguncang dua gempa bumi dahsyat yang terjadi hanya dalam selisih 39 detik. Fenomena ini disebut sebagai gempa 'doublet' atau gempa kembar.

USGS, seperti dilansir Reuters, Kamis (25/6/2026), melaporkan bahwa Venezuela awalnya diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,2 yang berpusat di area 21 kilometer di sebelah barat kota pesisir Moron. Gempa pertama ini tercatat terjadi pada pukul 22.04 GMT.

Area yang diguncang gempa pertama itu berjarak sekitar 160 kilometer di sebelah barat ibu kota Venezuela, Caracas.

Kurang dari satu menit kemudian, menurut data USGS, gempa bumi kedua mengguncang Venezuela dengan kekuatannya tercatat mencapai Magnitudo 7,5. Gempa kedua ini mengguncang area yang berjarak sekitar 45 kilometer dari lokasi gempa pertama.

"Gempa bumi ini merupakan peristiwa kedua dalam rangkaian gempa doublet. Gempa utama (mainshock) berkekuatan Magnitudo 7,5 ini didahului oleh gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan Magnitudo 7,2 yang terjadi 39 detik sebelumnya," sebut USGS dalam pernyataannya.

Bangunan Roboh, Warga Terjebak di Reruntuhan

Kedua gempa kuat itu dilaporkan merobohkan bangunan-bangunan di area Caracas dan menjebak warga di bawah reruntuhan. Namun hingga saat ini, otoritas Venezuela belum juga merilis data resmi untuk jumlah korban tewas atau korban luka, serta kerusakan yang terjadi.

USGS memperkirakan dua gempa dahsyat di Venezuela tersebut memakan banyak korban jiwa dan memicu kerusakan parah.

"Kemungkinan besar akan ada banyak korban jiwa dan kerusakan parah, serta dampaknya diperkirakan meluas," sebut USGS dalam pernyataannya.

Petugas menyelamatkan korban yang tertimpa puing-puing bangunan imbas gempa M 7.5 Venezuela Foto: REUTERS/Leonardo Fernandez Viloria

Ratusan Jiwa Bisa Jadi Korban

USGS awalnya memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan berkisar antara 10.000 jiwa hingga 100.000 jiwa.

Laporan sejumlah pejabat lokal dan saksi mata di lokasi terdampak gempa menyebut gedung-gedung roboh, dengan upaya penyelamatan sedang berlangsung dan jumlah korban luka terus bertambah.

"Ada bangunan dan rumah yang roboh, dan kami sedang menangani situasi ini dengan mengerahkan segala sumber daya yang tersedia, baik dari segi keamanan maupun bantuan sipil," kata Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello.

Otoritas AS dalam pernyataannya mengumumkan pengerahan tim bantuan bencana serta satuan tugas untuk menyalurkan dan mengkoordinasi bantuan kritis bagi warga Venezuela.

Apa Itu Gempa Bumi Ganda?

Gempa bumi ganda terjadi ketika dua gempa besar dengan magnitudo hampir sama memecahkan patahan yang sama atau dua patahan yang saling terhubung erat dalam waktu sangat singkat, biasanya dengan jeda hitungan detik hingga menit.

Berbeda dengan rangkaian gempa Bumi normal, di mana gempa utama yang kuat diikuti gempa susulan jauh lebih kecil, tidak ada kejadian dalam gempa ganda yang benar-benar dominan. Dalam kasus Venezuela, gempa bermagnitudo 7,1 dan 7,5 tersebut terjadi dengan jeda 39 detik.

Seismolog mengklasifikasikan kejadian semacam ini sebagai gempa ganda karena kedua gempa melepaskan energi dalam jumlah besar secara mandiri, alih-alih salah satunya hanya menjadi gempa susulan dari yang lain.

Gempa ganda sangat jarang terjadi karena begitu sebuah patahan terpecah, patahan tersebut biasanya melepaskan tekanan cukup besar sehingga mencegah terjadinya retakan kuat lainnya tepat setelahnya.

Namun jika segmen patahan yang berdekatan sudah berada di bawah tekanan tektonik sangat besar, retakan pertama dapat memindahkan tekanan tersebut ke segmen di dekatnya, sehingga memicu gempa Bumi besar kedua hampir seketika.

Mengapa Venezuela Rawan Gempa Dahsyat?




(yum/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork