Siang menjelang sore, suasana di Jalan Malabar, Kota Bandung, tampak cukup ramai. Hilir mudik kendaraan memadati jalanan, berpadu dengan aktivitas keluar-masuk kendaraan di pusat pertokoan dan gerai makanan siap saji.
Geliat ekonomi di kawasan tersebut juga dimanfaatkan oleh para pengemudi ojek online (ojol) untuk mengais rezeki. Sambil menunggu pesanan makanan maupun penumpang, mereka tampak berkumpul dan bersantai di beberapa titik di sepanjang jalan.
Para driver ojol ini nampak asyik berbincang dengan rekan seprofesinya, ada yang berdiri di trotoar jalan, ada juga yang duduk di emper pertokoan. Perbincangan yang dibahas oleh para ojol ini beragam, dari mulai isu Backham Putra dirundung penonton Timnas Indonesia hingga kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Seperti diketahui, BBM jenis Pertamax RON 92 mengalami kenaikan cukup signifikan, sebelumnya Rp12.300 menjadi 16.200 per liter. Tak hanya itu, Pertamax Green RON 95 dari Rp12.900 menjadi Rp19.000 per liter.
Kenaikan BBM pertamax ini dikhawtirkan para drver ojol ini, meski mereka tidak menggunakan pertamax dan menggunakan pertalite, mereka khawatir harga pertalite naik. Pasalnya sebelum pertamax harga solar sudah lebih dulu naik.
Hal tersebut dikeluhkan Fahmi, salah satu driver ojol yang mangkal di jalan itu.
"Gimana ya kalau BBM (pertalite) naik sih kayanya berat ya. Apalagi naiknya gede (seperti pertamax dan solar)," kata Fahmi, Kamis (11/6/2026).
Pria berusia 75 tahun dan sudah berprofesi sebagai ojol sejak 2017 itu minta kepada pemerintah jika Pertalite jangan dinaikan.
"Iya khawatir. Kalau bisa jangan naik, tapi turun. Apalagi sekarang sehari pertalite beli Rp40-45 ribu per hari," ujarnya.
Kenapa dia ingin harga BBM turun, pasalnya harga bahan pokok hingga sparepart motor naik.
"Susah kalau semua dinaikin. Sparepart naik, oli juga naik," keluhnya.
Kekhawatiran, kenaikan pertalite juga dikeluhkan oleh driver ojol lainnya bernama Aji (45).
"Dari saya berat juga kalau pertalite naik, sedangkan banyak ojol pake pertalite. Sekarang liat dari orderan susah, gak kaya dulu. Sedangkan BBM naik, gimana nih. Ingin saya bensin normal-normal saja, mending jangan dulu naik (harga pertalite)," jelasnya.
Selain itu, Aji juga sebut perekonomian semakin parah dan dampaknya sangat terasa oleh rakyat kecil seperti Aji.
"Orderan susah, pendapatan makin menurun. Asalnya sehari Rp200-250 ribu, sekarang di bawah Rp100 ribu," pungkasnya.
Simak Video "Video: Bertemu Kakorlantas, Ojol Jambi Dorong Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara"
(wip/mso)