Kabar Kesehatan

Kebiasaan Jelang Tidur yang Bisa Merusak Jantung

Elmy Tasya Khairally - detikJabar
Sabtu, 30 Mei 2026 05:00 WIB
Ilustrasi tidur (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kate Aedon)
Bandung -

Pernah tidur pukul 11 malam pada satu hari, tetapi di hari berikutnya baru bisa terlelap pukul 1 dini hari? Pola tidur yang berubah-ubah seperti ini sering dianggap sepele. Padahal, ahli kesehatan jantung mengingatkan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

Seorang dokter spesialis jantung, Douglas Zuckermann, menjelaskan bahwa kurang tidur membuat tubuh kehilangan waktu penting untuk melakukan proses pemulihan alami setiap malam.

"Hal ini menyebabkan peningkatan hormon stres, seperti kortisol, peningkatan tekanan darah saat tidur, dan peradangan yang lebih banyak, semua itu memberi tekanan ekstra pada jantung dan pembuluh darah. Jika ini terus terjadi, jantung akan bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko terkena masalah, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung," kata Douglas.

Berikut alasan mengapa tidur tidak teratur bisa memengaruhi kesehatan jantung.

1. Mengganggu Ritme Sirkadian

Hampir setiap organ dalam tubuh mengikuti ritme sirkadian, atau jam internal 24 jam yang mengatur beberapa fungsi seperti, suhu tubuh, pelepasan hormon, dan tidur. Kesehatan sirkadian mengacu pada seberapa baik jam internal tubuh berfungsi dan selaras dengan siklus siang-malam alami.

Misalnya, hal ini menentukan apakah seseorang merasa mengantuk di malam hari dan terjaga di pagi hari. Namun, ritme ini bisa dengan mudah terganggu oleh berbagai faktor, seperti, melihat paparan cahaya di malam hari hingga merawat bayi pada tengah malam. Saat rime tidak selaras, hal ini bisa berdampak negatif pada jantung.

"Jadwal tidur yang tidak teratur mengganggu jam biologis utama tubuh Anda, atau ritme sirkadian, yang mengatur fungsi vital seperti detak jantung dan tekanan darah," jelas ahli kardiologi, Cynthia A. Kos, DO, FACC.

"Gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik, membuat tubuh Anda tetap dalam keadaan 'bertarung atau lari', yang meningkatkan stres pada jantung Anda seiring waktu."

2. Mencegah Penurunan Tekanan Darah Normal di Malam Hari

Penelitian menemukan bahwa gangguan tidur berhubungan dengan tekanan darah tinggi. Cynthia menjelaskan, saat jadwal tidur tidak teratur, hal itu bisa mencegah tekanan darah turun di malam hari. Hal ini menyebabkan tingkat tekanan darah rata-rata lebih tinggi. Tekanan konstan tersebut dapat memberi tekanan pada arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

"Penurunan tekanan darah (penurunan alami tekanan darah selama tidur) pada malam hari adalah bagian dari ritme sirkadian alami tubuh, dan pasien yang tidak mengalami penurunan tekanan darah berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular," kata ahli kardiologi, Caroline Ball, MD, FACC.




(elk/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork