Jeritan Gerbong Wanita: Detik-detik Tragedi Bekasi Timur

Tim detikcom - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 14:26 WIB
Infografis kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL. (Foto: Visual infografis diolah menggunakan NotebookLM)
Bekasi -

Peristiwa tabrakan kereta api terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.52 WIB. Kecelakaan ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Gambir dan KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang di emplasemen KM 28+920.

Data sementara hingga Selasa pagi, 28 April 2026 pukul 08.45 WIB, mencatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban meninggal diketahui merupakan penumpang perempuan, karena benturan terjadi pada gerbong khusus wanita yang berada di bagian paling belakang rangkaian KRL.

Kronologi Awal: Bermula dari Mogoknya Taksi

Kejadian ini diduga berawal dari insiden di perlintasan sebidang yang kemudian berdampak pada perjalanan kereta di sekitar lokasi.

  • Insiden di JPL 85

    Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan adanya taksi Green SM yang menemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 di dekat Bulak Kapal.
  • KRL Berhenti di Lintasan

    Akibat kejadian tersebut, KRL tidak dapat melanjutkan perjalanan dan berhenti di jalur.
  • Benturan dari Belakang

    Dalam kondisi berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan. Bobby Rasyidin menyatakan, "Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya."
  • Kerusakan Gerbong

    Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menabrak hingga menembus bagian belakang KRL, menyebabkan kerusakan berat pada gerbong terakhir.
Proses evakuasi gerbong kereta rel listrik (KRL) yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, berlangsung dramatis pada Selasa (28/4/2026). Petugas gabungan terlihat berjibaku mengevakuasi gerbong yang ringsek parah usai tabrakan dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. (Foto: Pradita Utama/detikFoto)

Kesaksian Korban: Antara Hidup, Mati, dan Kegelapan

Sejumlah penumpang yang selamat menggambarkan situasi saat benturan terjadi. Suara keras diikuti padamnya listrik membuat kondisi di dalam kereta gelap dan tidak terkendali.

  • Detik-detik Benturan

    Subur Sagita (51) mengaku merasakan getaran kuat sesaat sebelum tabrakan. "Abis itu udah... orang ngejerit semua, ya begitu ngejerit kejadian, duar gitu, mental," kata Subur.
  • Perjuangan Menyelamatkan Istri

    Ia menemukan istrinya dalam kondisi pingsan setelah terpental. "Ini ibu (istri) yang pingsan, aku masih sempat berdiri, bangun, aku cari dia. Aku seret kan dari pintu kereta biar agak ke lantai," tutur Subur.
  • Trauma Yunita

    Yunita Endang (41) mengatakan dirinya baru tersadar setelah berada di area stasiun. "Aku sadar-sadar itu udah di lantai atas ya, udah di lantai dua stasiun, itu kondisinya memang udah pada luka-luka semua kan. Dan ini kaki saya udah nggak bisa digerakin sama sekali, ini darah mengucur dari hidung," ujar Yunita.
  • Keajaiban Pindah Gerbong

    Yunita juga mengaku sebelumnya sempat berpindah dari gerbong wanita. "Alhamdulillah saya pindah gerbong diajak suami, kalau saya sendiri mungkin akan naik di sana. Saya nggak tahu nasib saya gimana kalau di sana," ucap dia.

Jejak Terakhir Nurlaela: Sosok Guru Ulet yang Menjadi Korban

Salah satu korban meninggal adalah Nurlaela (37), seorang guru PNS di SD Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur.

  • Sempat Dicari Keluarga

    Keluarga mulai khawatir ketika korban tidak kunjung pulang. Saat dihubungi, ponselnya ditemukan oleh pihak berwenang.
  • Kondisi Jenazah

    Paman korban, Mulyadi, menyampaikan kondisi jenazah. "Alhamdulillah, kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam," kata Mulyadi.
  • Latar Belakang Korban

    Nurlaela dikenal sebagai pribadi yang tekun dan baru menyelesaikan pendidikan S2 beberapa bulan lalu. Ia meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.



Simak Video " Video Isak Tangis Iringi Penyerahan Jenazah Korban Tabrakan 2 Kereta di Bekasi"


(bbp/bbp)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork