Kabar Internasional

Cara Tak Biasa Negara-negara Arab Dinginkan Kota

Rachmatunnisa - detikJabar
Selasa, 03 Mar 2026 23:00 WIB
Ilustrasi gurun (Foto: AFP/FRANCK FIFE).
Jakarta -

Matahari yang memanggang jazirah Arab kini tak lagi hanya disambut oleh hamparan pasir yang membisu. Di bawah langit Teluk yang menyengat, sebuah revolusi hijau sedang dikapalkan. Jutaan pohon dari berbagai belahan dunia kini mengalir masuk ke jantung gurun, menjadi senjata utama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menjinakkan suhu ekstrem yang kian menggila akibat urbanisasi masif.

Pemandangan di pinggiran Riyadh hingga sudut-sudut megah Dubai kini berubah drastis. Truk-truk raksasa tampak hilir mudik, mengangkut pepohonan muda yang akan menjadi garda depan dalam menyulap wajah kota. Di Riyadh, aspal-aspal baru tak lagi dibiarkan telanjang; barisan pohon kini berjejer rapi, menciptakan koridor hijau yang membelah panasnya udara ibu kota.

Di Dubai, bibit-bibit impor yang didatangkan jauh-jauh dari Afrika dan Eropa mendapatkan perlakuan istimewa. Sebelum ditanam di taman kota atau jalur pedestrian, mereka "dikarantina" di bawah kain pelindung khusus untuk beradaptasi dengan napas gurun yang kering. Ini bukan sekadar proyek mempercantik kota, melainkan upaya bertahan hidup pasca-ledakan pembangunan gedung pencakar langit dan jalan raya yang memerangkap panas.

Strategi ini adalah jawaban atas ancaman nyata fenomena 'pulau panas perkotaan'. Tanpa rimbun dedaunan, suhu di pusat kota bisa melonjak 5 hingga 10 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan wilayah pinggiran. Kehadiran pohon bukan lagi kemewahan estetika, melainkan infrastruktur vital yang memberikan naungan dan mereduksi suhu permukaan secara signifikan bagi warga yang melintas.

Simak Video "Video: Momen Zelenskiy Kunjungi Arab Saudi, Bahas soal Keamanan-Energi"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork