Menilik Cara Pemerintah Jaga Eksistensi Wisata Garut Tempo Dulu

Hakim Ghani - detikJabar
Selasa, 17 Feb 2026 14:00 WIB
Suasana Gunung Papandayan (tFoto: KITLV).
Garut -

Di bawah tekanan zaman, sebuah asosiasi akhirnya dibentuk untuk mempromosikan kepentingan Garut. Sosok bupati yang mengambil inisiatif untuk mendirikan asosiasi ini tentu layak mendapatkan pujian.

Demikian sebuah kalimat yang tertuang dalam laporan koran Belanda lawas, Soerabaijasch Handelsblad yang terbit pada 2 Maret 1934. Dalam laporan ini, koran tersebut mengabarkan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut telah membentuk Vereeniging Mooi Garoet.

Dalam bahasa Belanda, vereeniging berarti asosiasi, sedangkan kata 'Mooi Garoet' sering diartikan sebagai Garut yang indah. Jadi, secara harfiah, Vereeniging Mooi Garoet adalah Asosiasi Garut Indah.

Laporan itu menyebutkan bahwa Asosiasi Mooi Garoet dibentuk oleh Bupati Tg. M. Soeria-Kartalegawa. Jika mengacu pada tanggal pembuatan berita tahun 1934, bupati yang dimaksud adalah RAA Muh. Musa Suria Kartalegawa (1929-1944).

Situ Bagendit (Foto: KITLV).

Asosiasi ini dibentuk setelah pemerintah mendapatkan gambaran dari Hoogland, seorang warga Belanda yang menjabat Ketua Bandoeng Vooruit-sebuah perkumpulan pariwisata modern pada zamannya yang didirikan di Bandung pada 17 Februari 1925.

"Pujian juga pantas diberikan kepada Bapak Hoogland, Ketua Asosiasi Bandoeng Vooruit, karena beliau datang ke Garoet malam itu khusus untuk memberikan nasihat kepada asosiasi yang baru didirikan ini," tulis koran tersebut dalam Bahasa Belanda.

Pada saat itu, minat terhadap pertemuan ini dilaporkan cukup tinggi. Selain para petinggi Garut, ada sekitar 30 orang dari berbagai entitas yang diundang bupati untuk menghadiri acara tersebut. Setelah diputuskan melalui pemungutan suara umum, akhirnya Asosiasi Mooi Garoet resmi didirikan.

Bupati Garut bertindak sebagai ketua asosiasi. Sedangkan jabatan sekretaris dan bendahara dijabat oleh De Groot dan Holthuis. Kemudian ada Weissenborn dan Hacks yang menjabat sebagai komisaris. Mereka diberikan wewenang untuk mengajukan permohonan pembentukan badan hukum bagi asosiasi tersebut.

Dari nama-nama tersebut, selain RAA Muh. Musa Soeria Kartalegawa, ada satu nama lagi yang tidak asing di kalangan warga Garut pencinta sejarah. Dia adalah Thilly Weissenborn, sang komisaris.

Thilly merupakan fotografer ternama pada zamannya di Garut. Sejarah mencatat, Thilly adalah pemilik Apotek Garut dan studio Foto Lux yang sangat masyhur saat itu. Karya foto-fotonya yang memukau bahkan masih banyak ditemukan di dunia maya hingga kini.

Selain Soerabaijasch Handelsblad, koran Belanda lainnya, de Locomotief, juga memuat laporan serupa pada tanggal yang sama. Dari laporan de Locomotief diketahui bahwa asosiasi ini memiliki segudang misi.

"Asosiasi ini bertujuan untuk mempromosikan kepentingan Garoet dalam arti seluas-luasnya dan berharap dapat mencapai tujuan ini dengan meningkatkan kesadaran akan wilayah yang sangat indah, memerangi segala kemungkinan penyalahgunaan, mempromosikan pariwisata dan mempromosikan Garoet sebagai tempat tinggal dengan menyoroti kondisi kehidupan yang terjangkau dan iklim yang sangat indah," katanya.

Simak Video "Berendam di Kolam Air Panas untuk Rileksasi Setelah Aktivitas di Garut "


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork