Jabar Hari Ini: Vandalisme Jelang Persib Vs Persija

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 09 Jan 2026 22:05 WIB
Vandalisme di Flyover Pasupati jelang Persib Vs Persija (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Jumat, 9 Januari 2025 dari mulai vandalisme di Flyover Pasupati jelang pertandingan Persib Vs Persija hingga ASN di Jabar mulai WFH setiap Hari Kamis di tahun 2026.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Vandalisme di Pasupati Jelang Persib Vs Persija

Aksi vandalisme kembali mencoreng suasana menjelang laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Coretan bernada provokatif muncul di beberapa titik Kota Bandung, termasuk di dinding Flyover Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati).

Vandalisme tersebut viral setelah terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat sekelompok orang bermasker dan berpakaian serba hitam menyemprotkan cat oranye ke dinding flyover dengan cepat pada malam hari sebelum melarikan diri dari lokasi.

Pantauan detikJabar siang tadi sisa cat semprot masih terlihat jelas di beberapa bagian dinding Flyover Pasupati. Namun, coretan provokatif tersebut kini telah ditimpa coretan lain berwarna hitam.

Aksi tersebut disayangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung. Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menilai vandalisme tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga mencederai semangat sportivitas menjelang pertandingan besar yang seharusnya dirayakan secara positif.

"Kami sangat prihatin dengan aksi tersebut. Ini kan menjelang pertandingan hari Minggu tanggal 11 antara Persib dan Persija. Itu fasilitas umum, mestinya tidak boleh dicoret-coret karena sangat mengganggu dan mengotori estetika kota," kata Bambang saat dihubungi.

Satpol PP menegaskan rivalitas Persib dan Persija merupakan bagian dari dinamika sepak bola nasional, namun tidak semestinya diekspresikan melalui perusakan ruang publik. Pihaknya mengingatkan bahwa fasilitas umum adalah milik bersama yang harus dijaga, bukan dijadikan media pelampiasan euforia atau provokasi.

"Kepada para penonton, jangan terprovokasi dengan tindakan seperti itu. Yang paling pokok adalah kita jaga keamanan, ketenteraman, dan ketertiban, terutama menjelang dan saat pertandingan berlangsung," ujarnya.

Selain merusak estetika kota, vandalisme juga berpotensi memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat, terlebih menjelang laga sarat gengsi yang menyedot perhatian nasional. Bambang menyatakan Satpol PP kini berupaya memburu pelaku vandalisme tersebut.

"Ini jelas melanggar ketertiban umum. Kalau pelakunya teridentifikasi, pasti akan kami tindak tegas," tegas Bambang.

Pihaknya juga akan memanfaatkan teknologi untuk melacak identitas pelaku. "Kami akan berkoordinasi dengan Diskominfo untuk menelusuri pelaku melalui rekaman CCTV. Karena kejadiannya malam hari dan pelaku bergerak cepat, memang ada tantangan tersendiri, namun akan kami upayakan," lanjutnya.

Bambang mengimbau masyarakat, khususnya suporter, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Bandung. "Mari kita sebagai suporter, baik dari Bandung maupun luar kota, menjaga keamanan dan ketertiban bersama karena penyelenggaraannya di Bandung. Yuk, kita jaga kota kita," pungkasnya.

Laga Persib Bandung versus Persija Jakarta dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) mendatang.

⁠Geger! Mayat Tanpa Kepala di Sukabumi

Warga Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas dengan kondisi mengenaskan, Kamis (8/1/2026) malam.

Jenazah tersebut ditemukan tersangkut di aliran Sungai Darismin sekitar pukul 23.00 WIB dalam kondisi sudah membusuk dan tanpa kepala.

Kapolsek Ciracap, AKP Taufick Hadian, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan, laporan bermula dari dua orang warga setempat yang tengah beraktivitas di sungai.

"Betul, anggota piket Polsek Ciracap menerima laporan dari warga terkait penemuan mayat. Kondisi tubuh jenazah saat ditemukan sudah rusak, tanpa busana, dan bagian kepala tidak ada," ujar Taufick hari ini.

Taufick memaparkan, mayat pertama kali ditemukan oleh dua orang saksi, Saepul Rohman (43) dan Ikoh (52), warga Kampung Cikeresek. Saat itu, kedua saksi sedang mencari ikan di sekitar Curug Darismin dengan cara ngobor (mencari ikan menggunakan lampu sorot di kepala) pada malam hari.

Saat menyusuri aliran sungai, sorot lampu saksi tak sengaja mengenai objek yang mencurigakan.

"Saksi melihat sosok yang diduga manusia dalam posisi tertelungkup. Setelah diamati lebih dekat, ternyata itu adalah jenazah yang kondisinya sudah tidak utuh," jelas Taufick.

Saksi menyebutkan posisi badan mayat mengarah ke utara. Kulit dan daging jenazah terlihat sudah terkelupas karena proses pembusukan di dalam air.

Kaget dengan temuan tersebut, para saksi langsung memberitahukan warga sekitar dan perangkat desa, yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Ciracap.

Polisi bersama tim medis dari Puskesmas Ciracap langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan luar.

Menurut Taufick, identifikasi awal sulit dilakukan secara kasat mata mengingat kondisi fisik mayat yang sudah hancur.

"Jenis kelamin belum bisa dipastikan secara visual karena kondisi tubuh mayat sudah rusak berat," tutur Taufick.

Berdasarkan pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh petugas Puskesmas Ciracap di lokasi, ditemukan sejumlah fakta medis pada jenazah tersebut.




(wip/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork