Dari AI hingga UI/UX: Ribuan Talenta Teknologi Padati GDG Bandung 2025

Adi Mukti - detikJabar
Minggu, 30 Nov 2025 10:30 WIB
DevFest dipadati oleh ribuan peserta (Foto: Adi Mukti)
Bandung -

Google Developer Group (GDG) Bandung kembali hadir. Sabtu 29 November dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari developer, startup hingga pekerja kreatif. Antusiasme komunitas terlihat dengan terjualnya 2.000 tiket. Berlokasi di Universitas Kristen Maranatha di Jl. Sumantri, para partisipan berdatangan sejak pukul 8 pagi.

Keseruan GDG Bandung ini tidak hanya menambah wawasan terhadap dunia teknologi, tetapi juga koneksi dan peluang dalam karir. GDG Organizer, Hadian menyampaikan acara ini didedikasikan bagi komunitas developer, pekerja kreatif, dan UMKM lokal untuk tumbuh, terkoneksi dan tumbuh.

"Harapannya kami ingin bisa terus berkolaborasi dan kami terbuka untuk segala ekosistem. Hal yang ingin kami angkat adalah learn dan connect. Ketika datang di acara bukan sekadar datang terus pulang, melainkan juga kita ingin ada relasi di sini seperti mendapatkan peluang kerja dan teman baru," ujar Hadian.

Acara tahun ini berfokus pada topik artificial intelligence, machine learning, web, mobile, cloud, firebase, dan UI/UX. Tema utama dalam acara ini membahas bagaimana mengakselerasikan pekerjaan atau produk digital melalui pemanfaatan teknologi.

GDG Bandung ini memiliki kegiatan yang cukup beragam. tidak hanya konferensi, tetapi terdapat juga diskusi panel, exhibition booth, workshops, pemberdayaan wanita, dan lightning talks. Untuk exhibition booth, kamu dapat mencoba berbagai brand teknologi seperti MSI, logitech, hingga Torch.

Pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat Iendra Sofyan ikut mendukung langkah GDG dalam acara ini untuk learn, connect, and grow terhadap adopsi teknologi di Jawa Barat.

"Pemerintah sedang menyiapkan kebijakan bagi mereka yang ingin membuka usaha digital. Harapannya dapat menjadi pendongkrak ekonomi kreatif," ujar Iendra.

Iendra memaparkan penduduk Jawa Barat diisi oleh 60% anak muda. Di masa yang akan datang, Anak muda akan menjadi penggerak utama dalam penggunaan teknologi digital, baik sebagai konsumen maupun inovator. Ia juga menambahkan startup dan bisnis digital yang didirikan oleh anak muda semakin berkembang sehingga membutuhkan talenta untuk mendukung inovasi.

GDG Bandung menghadirkan pembicara yang expert di bidangnya seperti Muhammad Fariz Sinaga sebagai Head of AI Google Cloud Indonesia. Fariz menyampaikan setiap developer, startup, atau pekerja perlu memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas mereka dalam bekerja serta meminta kepada khalayak untuk melek terhadap teknologi.

"Di antara kalian mungkin ada yang berpikiran tradisional, anti-AI. oke tidak masalah, tapi siap-siap kalian akan digantikan orang yang lebih senior dalam melek AI," Ujar Fariz.

Head of AI Google Cloud Indonesia itu menekankan pentingnya adopsi teknologi bagi para developer dan startup lokal untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan mereka masing-masing.

Selain Fariz, pembicara lainnya seperti Eko Kurniawan Khannedy, Technical Architect of Blibli.com. Eco membawa pembahasan mengenai "Why Every Millisecond Counts". Eko menekankan setiap 1 detik pada aplikasi, web, atau produk digital lainnya begitu berpengaruh. lambatnya aplikasi bisa berdampak pada bisnis.

"Costumer pada dasarnya gak mau nunggu. Jadi bila aplikasi lemot lebih dari 1 detik, itu bisa loss sales," ujar Eko.

Selain pembahasan mengenai teknologi digital, Google Developer Group Bandung juga menghadirkan topik empowering women dan perkenalan terhadap merek-merek besar dengan inovasi produk terbaru mereka seperti MSI dengan laptopnya dan Logitech dengan inovasi mouse terbaru.

Tentunya, GDG tidak akan berhenti sampai disini. Acara ini dicanangkan terus berlanjut setiap tahun dan terus menjadi Konferensi teknologi terbesar di Indonesia serta menjadi wadah bagi ekosistem teknologi terutama di bidang developer.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork