Penerbangan Bandung-Jogja dan Optimisme Farhan soal Bandara Husein

Bima Bagaskara, Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 02 Jul 2025 17:14 WIB
Suasana Bandara Husein Sastranegara Bandung (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menaruh optimisme setelah Bandara Husein Sastranegara melayani penerbangan perdana Bandung-Yogyakarta maupun sebaliknya. Penerbangan perdana itu dilakukan pesawat baling-baling atau propeler dengan maskapai Susi Air.

Sesuai jadwal, Susi Air melayani penerbangan Bandung-Jogja pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Penerbangan perdana dimulai dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta menuju Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

"Pererbangan Susi Air ini merupakan salah satu penerbangan terpenting yang menjadi perintis reaktivasi dari jadwal-jadwal pererbangan rutin di Bandara Husein," kata Farhan, Rabu (2/7/2025).

Penerbangan perdana dari Bandara Adisutjipto dimulai pada pukul 12.30 WIB. Pesawat baling-baling maskai Susi Air kemudian tiba di Bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 14.15 WIB.

Dengan dimulainya penerbangan perdana ini, Farhan meyakini Bandara Husein Sastranegara bakal bergeliat kembali. Ia bahkan berharap Bandara Husein nantinya bisa melayani penerbangan untuk jenis pesawat penumpang yang lebih besar seperti Airbus 320 maupun Boeing 737.

"Nah kita memang tidak bisa langsung melompat kesana, kita harus menyusun strategi satu persatu. Berikutnya mungkin nanti kami dengan Susi Air akan membicarakan untuk membuka lagi satu pererbangan dengan jarak pererbangan maksimum 1,5 jam," ucapnya.

"Kemungkinan, usul saya memang mungkin ke daerah Jawa Tengah. Satu lagi atau ke daerah Sumatera lah bagian selatan," tambahnya.

Pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan, penerbangan Bandung-Jogja ia pilih karena dua wilayah itu punya kesamaan dari sisi budaya dan sektor pariwisata. Susi pun berharap penerbangan ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke dua daerah tersebut.

"Saya cuma berdoa, please banyak yang terbang. Kedua kota ini cantik, sama, wisatanya, budayanya, dan kulinari kebanyakan. Saya pikir satu tahun pasti berdarah-darah, tapi mudah-mudahan satu tahun bisa 6 sampai 8 rata-rata penerbangan," ucapnya.

Susi juga menyinggung tentang kondisi Bandara Husein Sastranegara. Baginya, semua bandara terlihat sama dan Susi menyayangkan jika fasilitas di pusat Kota Bandung itu malah vakum tidak melayani penerbangan.

"Bandara Husein untuk kita sama, tapi kita lihat strategisnya untuk Kota Bandung ya. Harusnya jangan vakum, sayang," pungkasnya.



Simak Video "Video: Melihat Bandara Husein Sastranegara yang Kini Sepi Aktivitas"


(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork