Detikers, Tibet tentu bukan nama yang asing. Sebab Tibet merupakan daerah yang menarik untuk yang hobi traveling.
Tibet sendiri berada di dataran tinggi. Panorama alamnya sangat luar biasa, bahkan Puncak Everest di Pegunungan Himalaya jadi bagiannya.
Saking kerennya Tibet, tempat ini kerap disebut sebagai 'Atap Dunia'. Di luar itu, ada beberapa fakta menarik tentang Tibet. Apa saja?
Berikut beberapa fakta unik Tibet dikutip dari detikTravel:
1. Bukan Sebuah Negara
Tibet berbatasan langsung dengan banyak negara, meliputi China yakni Yunnan di sebelah Tenggara, dengan Sichuan di sebelah Timur dan Qinghai di Timur Laut, dengan Xinjiang di Barat, Nepal, Bhutan, dan juga Myanmar. Daerah ini adalah bukan sebuah begara, melainkan daerah otonomi yang merupakan bagian dari Republik Rakyat China.
Daerah ini didominasi dataran tinggi, bahkan ketinggian rata-rata adalah 4.900 meter di atas permukaan laut, yang membuat Tibet jadi dataran tertinggi di dunia.
Namun ketika berkunjung ke Tibet, walau daerah ini merupakan bagian dari China, traveler tak hanya perlu Visa China saja. Traveler juga perlu mendapatkan Tibet Travel Permit (TTP).
2. Diinvasi Mongol dan China
Pada abad ke-13, Tibet berada dalam ancaman invasi Bangsa Mongol. Hal tersebut seperti yang diceritakan Matthew T. Kapstein dalam bukunya, The Tibetans. Pada tahun 1239, orang-orang Mongol menerobos ke bagian tengah Tibet, dan melakukan penaklukan.
Namun, beberapa bangsawan Mongol dikisahkan takjub dengan pandangan Tibet tentang agama Buddha. Hingga pada tahun 1244, pemimpin Mongol Kotan mendatangkan pemimpin spiritual Tibet, Sakya Pandita, ke istananya.
Hal tersebut membuat Sakya Pandita menjadi penguasa efektif Tibet, di bawah kendali bangsa Mongol. Sebelum akhirnya dijadikan celah oleh Mongke Khan untuk menginvasi Tibet pada tahun 1252.
Namun sebelum Republik Rakyat China berdiri pada 1 Oktober 1959, Tibet sebagai negara sudah lebih dulu eksis. Tibet memproklamirkan kemerdekaannya pada 1913 atau 36 tahun sebelum China sebagai negara (China and the Superpowers, New York, 1986:21).
Kemerdekaan itu adalah buah diplomasi Thubten Gyatso, Dalai Lama ke-13, yang dapat membujuk Kerajaan Inggris untuk membantu Tibet keluar dari pengaruh Kekaisaran China pada 1904. Di sisi lain, China setelah berdiri sebagai negara, sangat berambisi menjadikan dirinya sebagai negara besar.
Itulah yang membuat pada 1950, puluhan ribu tentara Cina menginvasi Tibet. Selain itu karena Tibet pernah berada dalam kekuasaan bangsa Mongol, maka ketika Kekaisaran China dapat mengusir Mongol, ada klaim bahwa wilayah yang dulu merupakan wilayah Mongol jadi milik kekaisaran China.
(iqk/orb)