Al-Qur'an Dirusak dan Dilempar Depan Masjid Inggris, Polisi Segera Selidiki

Al-Qur'an Dirusak dan Dilempar Depan Masjid Inggris, Polisi Segera Selidiki

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Kamis, 29 Okt 2026 15:22 WIB
Pria berpakaian hitam dengan tinggi sekitar 175 cm yang dicurigai sebagai pelaku.
Pria berpakaian hitam dengan tinggi sekitar 175 cm yang dicurigai sebagai pelaku. Foto: Dok Kepolisian Yorkshire Inggris
Jakarta -

Kepolisian South Yorkshire, Inggris kini tengah menyelidiki insiden kejahatan kebencian Al-Qur'an yang terjadi pada Minggu (26/10/2026). Dikatakan, sebuah Al-Qur'an berisi coretan penuh kebencian ditemukan di Wybourn Islamic Centre.

Peristiwa ini menyusul kejadian serupa yang juga terjadi pada awal September. Sebuah Al-Qur'an yang sudah dinodai dilemparkan ke area masjid.

"Sheffield adalah kota yang luar biasa untuk ditinggali, dan kita tidak boleh membiarkan segelintir individu yang berpikiran sempit menentukan narasi atau menabur perpecahan di tengah masyarakat kita." demikian pernyataan pihak masjid yang dikutip dari situs ITV, Kamis (29/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pengurus masjid menyatakan mereka terbuka untuk berbincang dengan pihak yang bertanggung jawab usai beberapa eksemplar Al-Qur'an yang dirusak ditemukan di lokasi tersebut. Ini jadi salah satu upaya menangani permasalahan tanpa menghakimi.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap Anda memiliki keberanian dan keterbukaan untuk datang, duduk bersama kami sambil menikmati secangkir teh atau kopi, mendengarkan cerita kami, lalu menentukan penilaian Anda sendiri." kata pihak masjid.

"Tentu saja, penilaian yang terbentuk melalui pengalaman pribadi, percakapan, dan saling pengertian jauh lebih berharga daripada penilaian yang dibentuk oleh kehebohan media, prasangka, atau histeria." lanjut pernyataan itu.

Pada rekaman CCTV yang dirilis, terlihat seorang pria berpakaian hitam dengan tinggi sekitar 175 cm (5 kaki 9 inci), yang ingin dimintai keterangan oleh polisi terkait kejahatan kebencian pada Minggu (26/10).

Menurut penuturan juru bicara kepolisian, meski kualitas gambar tersebut tidak jelas mereka berharap bisa membantu mengingatkan kembali siapa saja yang berada di lokasi itu saat kejadian.

Sementara itu, anggota parlemen setempat, Louise Haigh menyebut insiden-insiden tersebut sebagai sesuatu yang mengganggu.

"Sangat menyedihkan melihat Wybourn Islamic Centre kembali menjadi sasaran insiden yang meresahkan; ini adalah kejadian kedua dalam dua bulan terakhir," ungkapnya.

"Kepolisian South Yorkshire sedang bekerja sama dengan para tokoh masyarakat untuk mencoba mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab," imbuh Louise.

Dia menuturkan sudah sepatutnya setiap orang bebas mendatangi tempat ibadah mereka tanpa rasa takut akan serangan atau diskriminasi. Tidak semestinya tempat ibadah di mana pun itu dijadikan sasaran kejahatan.

"Saya berdiri bersama komunitas tersebut di masa yang sulit ini," tegasnya.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads