Waktu Sholat Dhuha Menurut Sunnah, Sampai Jam Berapa?

Waktu Sholat Dhuha Menurut Sunnah, Sampai Jam Berapa?

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Selasa, 20 Okt 2026 08:00 WIB
Sholat
Ilustrasi sholat dhuha. Foto: iStock
Jakarta -

Sholat dhuha adalah ibadah sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi hari hingga menjelang sholat fardu Zuhur. Sholat dhuha merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Aku telah diberi tiga pesan oleh kekasihku-Rasulullah. Aku tidak pernah meninggalkan tiga hal itu sampai aku dipanggil oleh Yang Mahakuasa: puasa tiga hari pada setiap bulan, sholat dhuha, sholat witir." (HR Bukhari dan Muslim)

Menjadi amalan yang sangat dianjurkan, hendaknya umat Islam memahami waktu, niat, hingga tata cara sholat dhuha sesuai tuntunan Rasulullah SAW dalam ulasan berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sholat Dhuha dari Jam Berapa Sampai Jam Berapa?

Terdapat waktu khusus untuk mengerjakan sholat dhuha. Menukil Buku Fikih 4 oleh Siti Khomisil Fatatil Aqillah dan Kiki Rejeki, waktu sholat dhuha terbagi menjadi dua yakni awal dan akhir.

Awal waktu sholat dhuha adalah ketika matahari naik setinggi tombak, sekitar pukul 07.00 pagi. Hal ini dilandaskan pada hadits yang diriwayatkan oleh Amr bin Abasah. Rasulullah SAW bersabda, "Kerjakanlah sholat Subuh, kemudian tinggalkan sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud menyembah matahari." (HR Muslim)

ADVERTISEMENT

Adapun akhir waktu sholat dhuha adalah sekitar 15 menit sebelum masuk waktu sholat Zuhur, yakni sekitar pukul 10.30-11.45. Batas akhir waktu sholat dhuha ini berlaku apabila waktu sholat Zuhur pukul 12.00, adapun ketika Zuhur sudah masuk pukul 11.45, maka batas waktu sholat dhuha sampai jam 11.30.

Dengan ini, dapat dipahami bahwa sholat dhuha dapat dikerjakan dari jam 07.00 sampai sekitar jam 11.30, menyesuaikan waktu sholat Zuhur.

Bolehkah Sholat Dhuha 30 Menit Sebelum Zuhur?

Mengacu pada penjelasan sebelumnya, sholat dhuha bisa dikerjakan hingga 15 menit sebelum masuk waktu sholat Zuhur. Artinya, jika ingin mengerjakan sholar dhuha 30 menit sebelum Zuhur, maka hal itu diperbolehkan.

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Dijelaskan dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustaz Arif Rahman, jumlah rakaat sholat dhuha paling sedikit dua rakaat. Di samping itu, beberapa hadits meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengerjakan sholat dhuha dalam jumlah rakaat lain.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ummu Hani', ia berkata, "Rasulullah SAW mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat." (HR Bukhari dan Muslim)

Ada juga yang mengatakan sholat dhuha dikerjakan sebanyak empat rakaat yang didasarkan pada hadits oleh Sayyidah Aisyah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW mengerjakan sholat dhuha hanya empat rakaat dan beliau menambah berapa yang dikehendakinya." (HR Muslim)

Riwayat serupa juga mengatakan hal sama, dari Jabir RA, ia berkata, "Rasulullah SAW sholat dhuha dengan empat rakaat." (HR Hakim)

Bacaan Niat Sholat Dhuha Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut adalah bacaan niat sholat dhuha lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahan bahasa Indonesia yang dihimpun dari buku Menggapai Surga dengan Doa karya Ahmad Munib.

Bacaan Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat

أَصَلَّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ آدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Usholli sunnatadh-dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Bacaan Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat

أصَلَّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Arab-latin: Usholli sunnatadh-dhuhaa arba'a raka'aatin mustaqbilal-qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah dhuha 4 rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala".

Tata Cara Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat

Tata cara sholat dhuha tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya, karena yang membedakan hanya bacaan niat dan anjuran bacaan doa saat serta setelah sholat. Dijelaskan dalam Buku Praktis Ibadah oleh Irwan, dkk, berikut adalah tata cara sholat dhuha:

  1. Membaca niat.
  2. Membaca surah Al-Fatihah.
  3. Membaca surah-surah pendek dalam Al-Qur'an. Rakaat pertama dianjurkan membaca surah Asy-Syams, sementara rakaat kedua dianjurkan membaca surah Ad-dhuha.
  4. Membaca doa setelah sholat dhuha.

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Arab-latin: Allaahumma innadh-dhuhaa'a dhuhaa'uka, wal-bahaa'a bahaa'uka, wal-jamaala jamaaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'ishmata 'ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa-anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa-akhrijhu, wa in kaana mu'siran (atau mu'assaran) fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba'iidan faqarribhu. Bi haqqi dhuhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita 'ibaadakas-shaalihiin.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah, jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika sedikit maka perbanyaklah, jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah, jika jauh, dekatkanlah, dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh."



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads