Konsep Muraqabah, Jenis dan Cara Menumbuhkannya

Konsep Muraqabah, Jenis dan Cara Menumbuhkannya

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Senin, 19 Okt 2026 11:11 WIB
Ilustrasi orang berdoa atau bersholawat.
Foto: Unsplash/Imad Alassiry
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, terdapat konsep muraqabah, sebuah pendekatan spiritual untuk membantu seorang hamba menjaga kualitas iman dan kedekatan dengan Allah SWT. Muraqabah memandu setiap muslim untuk senantiasa menyadari dan merasakan bahwa Allah SWT selalu mengawasi apa pun yang dikerjakan hamba-Nya, sekalipun itu hal yang berusaha dirahasiakan.

Dengan memahami serta menumbuhkan sikap muraqabah, seorang muslim diharapkan akan terdorong untuk selalu berbuat kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang dibenci Allah SWT. Ketahui konsep dasar, jenis-jenisnya, dan cara menumbuhkan sikap muraqabah berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsep Muraqabah dalam Islam

Secara bahasa, muqarabah berarti mengamati atau menantikan sesuatu dengan penuh perhatian. Sementara menurut istilahnya sebagaimana dijelaskan dalam buku Tarekat sebagai Sistem Pendidikan Tasawuf oleh Agus Sholikhin, muraqabah adalah sikap merenung dengan kesungguhan hati dan penghayatan seolah-olah sedang berhadapan dengan Allah SWT. Muraqabah ditunjukkan dengan keyakinan hati bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi dan memperhatikan segala perbuatan hamba-Nya.

Dengan sikap muraqabah, seseorang diharapkan memiliki nilai ihsan yang lebih unggul dan mampu merasakan kehadiran Allah SWT setiap saat.

ADVERTISEMENT

20 Jenis Muraqabah

Dalam tuntunan tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, terdapat 20 jenis muraqabah, berikut uraiannya yang dinukil dari buku Pengembangan Masyarakat Islam Berbasis Spiritual karya Suhandi.

1. Muraqabah Ahadiyah

Merupakan renungan atas sifat Maha Esa Allah SWT yang mengajarkan datangnya al-fays al-rahmani (pancaran karunia Allah).

2. Muraqabah Ma'iyyah

Jenis muraqabah ini adalah renungan akan makna kebersamaan Allah SWT bersama seorang hamba.

3. Muraqabah Aqrabiyah

Adalah jenis muraqabah yang memperhatikan renungan akan makna dan hal kedekatan dengan Allah SWT dengan seksama.

4. Muraqabah al-Mahabbah fi al-Dairat al-Ula, Muraqabah al-Mahabbah fi al-Dariat al-Tsaniyah dan Muraqabah al-Mahabbah fi al-Dariat al-Qaus

Ketiga jenis muraqabah ini adalah renungan atas kecintaan kepada Allah SWT pada orang-orang yang beriman dan kecintaan orang mukmin kepada Allah SWT.

5. Muraqabah Wilayat al-Ulya

Merupakan jenis muraqabah yang ketujuh dari tarekat Qadiriyah yang memiliki sasaran dan dalil yang sama.

6. Muraqabah Khamalat al-Nubuwwah

Yakni renungan atas kodrat Allah SWT yang telah menjadikan sifat-sifat kesempurnaan kenabian.

7. Muraqabah Kamalat al-Risalat

Merupakan renungan atas Allah SWT sebagai Zat yang telah menjadikan kesempurnaan sifat kerasulan.

8. Muraqabah Kamalat al-Ulul Azmi

Adalah renungan atas diri Allah SWT yang telah menjadikan rasul yang menyandang gelar Ulul 'Azmi.

9. Muraqabah al-Mahabbah fi al-Dariat al-Khullay

Jenis renungan atas Allah SWT sebagai Zat yang telah menjadikan hakikat Nabi Ibrahim sebagai Khalilullah.

10. Muraqabaah al-Mahabbah fi al-Dariat al-Shirfa

Merupakan renungan atas Allah SWT yang telah menjadikan hakikat Nabi Musa AS yang sangat dikasihi, sehingga menyandang gelar kalimullah.

11. Muraqabah al-Zatiyah al-Muntaziabal bi al-Mahabbah

Yakni renungan kepada Allah SWT yang telah menjadikan hakikat Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih-Nya dengan sifat-Nya yang Maha Pengasih.

12. Muraqabah al-Mahabbiyah al-Shirfah

Jenis renungan kepada Allah SWT yang telah menjadikan hakikat Nabi Muhammad SAW yang memiliki sifat pengasih yang tulus.

13. Muraqabab Hubb al-Shirf

Adalah renungan kepada Allah SWT yang telah mengasihi orang-orang mukmin dengan tulus yang cinta kepada Allah SWT, para malaikat, para rasul, para nabi, dan wali, cinta para ulama dan kepada sesama mukmin.

14. Muraqabah la-Ta'yin

Merupakan renungan akan hak Allah SWT yang Zat-Nya tidak dapat dinyatakan oleh semua makhluk tanpa terkecuali.

15. Muraqabah Hakikat al-Ka'bah

Yakni renungan kepada Zat yang telah menciptakan hakikat Ka'bah sebagai kiblat orang yang bersujud kepada Allah SWT.

16. Muraqabah Hakikat al-Qur'an

Jenis renungan atas Allah SWT yang telah menjadikan hakikat al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai ibadah bagi pembacanya.

17. Muraqabah Hakikat al-Shiirfah

Adalah renungan atas Allah SWT yang telah mewajibkan kepada para hamba-Nya untuk melakukan salat yang terdiri dari beberapa ucapan dan perbuatan.

18. Muraqah Dariat al-Ma'budiyah al-Shirfa

Merupakan renungan akan Allah SWT yang memiliki hak untuk disembah semua makhluk-Nya.

19. Muraqabah Hakikat al-Sirfah

Jenis renungan atas Allah SWT yang telah mewajibkan kepada para hamba-Nya untuk melakukan salat, yang terdiri dari beberapa ucapan dan perbuatan.

20. Muraqabah Dairat al-Ma'budiyah al-Sirfah

Yakni renungan akan Allah SWT yang memiliki hak untuk disembah oleh semua makhluk-Nya.

Cara Menumbuhkan Sikap Muraqabah

Mengutip dari buku Khotbah Bulan Jumadil Awwal karya M. Rouful Wahab dan Hamzah, cara untuk menumbuhkan sikap muraqabah adalah dengan membangun keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala yang dirahasiakan.

Dalam Al-Qur'an surah Al-An'am ayat 3, Allah SWT berfirman:

وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَوتِ وَفِي الْأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهُرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

Artinya: "Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan."



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads