Arab Saudi Mengadakan Kursus Keagamaan Pertama di Taiwan

Arab Saudi Mengadakan Kursus Keagamaan Pertama di Taiwan

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 28 Sep 2026 14:47 WIB
Taipei Grand Mosque - place of worship in Taiwan. Registered historic landmark.
Masjid Agung Taipei. Foto: Getty Images/tupungato
Jakarta -

Arab Saudi menggelar kursus keagamaan perdana bagi imam, dai dan pelajar muslim di Taiwan. Acara ini diselenggarakan lewat Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Saudi, Minggu (27/9/2026).

Dilansir dari kantor berita Saudi (SPA), kegiatan tersebut berlokasi di Masjid Agung Taipei dan diikuti oleh 50 peserta. Materi utamanya membahas tentang akidah Islam yang autentik, penguatan prinsip moderasi dan keseimbangan hingga peringatan terhadap ekstremisme dan radikalisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kursus keagamaan yang pertama kali digelar di Taiwan itu jadi bagian dari program dakwah Saudi di luar negeri. Riyadh menyebut program tersebut diarahkan untuk menyebarluaskan akidah yang dianggap autentik serta memperkuat peran Saudi dalam melayani umat Islam di berbagai negara.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi juga meluncurkan kursus intensif bagi para dai dan imam di Ethiopia. Kursus ini bertujuan melatih dai, imam hingga pelajar di sana.

ADVERTISEMENT

Melalui Kantor Atase Agama di Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi Ethiopia, Kementerian tersebut meluncurkan program yang berdurasi lima hari di Dire Dawa dan diikuti 200 peserta. Kursus tersebut jadi bagian berkelanjutan dari kementerian terkait dalam melaksanakan program dakwah di luar negeri.

Selain di Taiwan dan Ethiopia, Saudi juga mengadakan kursus keagamaan di Abuja, Nigeria bagi 100 imam dan pelajar di sana. Kursus itu digelar selama lima hari dan jadi rangkaian dari program pendidikan serta dakwah yang digelar Kementerian di luar wilayah Kerajaan.

Tujuan dari kursus keagamaan ini memperkuat wawasan keagamaan dan pengetahuan berbasis syariat bagi para imam serta penuntut ilmu. Kegiatan ini juga dibekali mereka dengan keahlian yang diperlukan untuk menjalani peran dakwah serta penyadaran keagamaan yang berlandaskan dasar-dasar keilmuan yang kokoh.



(aeb/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads