Program KREASI Jangkau 89 Madrasah, Kemenag Berencana Tambah Target

Program KREASI Jangkau 89 Madrasah, Kemenag Berencana Tambah Target

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 21 Sep 2026 14:47 WIB
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin.
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin. Foto: Kemenag
Jakarta -

Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (KREASI) berhasil menjangkau 89 Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di 8 kabupaten dan 4 provinsi. Program ini bertujuan melakukan transformasi mutu pendidikan di satuan pendidikan keagamaan, termasuk di daerah terpencil.

Program Kemenag RI yang menggandeng Yayasan Save the Children Indonesia itu berhasil menjangkau seluruh madrasah yang ada di Kabupaten Nias selatan dan Nias utara Provinsi Sumatera Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KREASI telah menjangkau 89 Raudhatul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah dari total 530 sekolah yang didampingi. Jumlah ini mungkin terlihat kecil apabila dibandingkan dengan total sekolah yang didampingi, akan tetapi kami telah menjangkau seluruh madrasah yang ada di kabupaten Nias selatan dan Nias utara," ungkap CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar di Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).

Berkaitan dengan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag RI Kamaruddin Amin mengatakan pihaknya akan menambah jumlah tersebut seiring dengan terbentuknya Ditjen Pesantren.

ADVERTISEMENT

"Pasti akan ditambah. Apalagi sekarang kita kan ada struuktur baru di Kementerian Agama ya, ada Ditjen Pesantren. Kemarin baru dilantik juga Dirjennya, pasti akan ada ekstensifikasi program," katanya saat ditemui selepas acara penandatanganan MoU antara Kemenag RI dengan Yayasan Save the Children Indonesia.

"Praktek baik yang ada di suatu tempat akan kita amplifikasi untuk menjadi lebih besar. Insyaallah," tambah Kamaruddin.

Sebagai informasi, Kementerian Agama (Kemenag) RI menggandeng Save the Children Indonesia untuk memperkuat pemenuhan hak anak di lingkungan pendidikan keagamaan. Kerja sama ini diarahkan untuk mendorong terciptanya madrasah dan pesantren yang ramah anak, inklusif, serta peduli terhadap lingkungan.

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenag dan Save the Children Indonesia dalam seminar bertajuk Sinergi Pendidikan Berbasis Nilai Keagamaan, Hak Anak dan Ramah Lingkungan di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (21/9).

MoU diteken Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin bersama Pimpinan Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads