Ciri-Ciri Dajjal yang Disebutkan dalam Hadits Rasulullah SAW

Ciri-Ciri Dajjal yang Disebutkan dalam Hadits Rasulullah SAW

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 02 Apr 2026 09:45 WIB
Ciri-Ciri Dajjal yang Disebutkan dalam Hadits Rasulullah SAW
ilustrasi Foto: Stefano Pollio/Unsplash
Jakarta -

Dalam Islam, kemunculan Dajjal merupakan salah satu tanda besar menjelang hari kiamat. Sosok ini dikenal sebagai fitnah terbesar yang akan dihadapi umat manusia.

Banyak hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan secara rinci tentang ciri-ciri Dajjal agar umat Islam dapat mengenalinya dan tidak terpedaya.

Dikutip dari buku Tanda Kiamat Besar karya Mahir Ahmad Ash-Syufiy, secara bahasa kata Dajjal berasal dari kata "dajala" yang berarti menutupi atau mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan. Dajjal dikenal sebagai sosok pendusta besar yang akan muncul menjelang kiamat dengan membawa berbagai fitnah dan tipu daya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam ajaran Islam, Dajjal disebut sebagai "Al-Masih Ad-Dajjal", yaitu sosok yang mengaku sebagai tuhan dan menyesatkan manusia dengan berbagai keajaiban yang menipu.

ADVERTISEMENT

Merujuk buku The Story Of Dajjal : Mengungkap Tanda-Tanda Kemunculan Dajjal dan Rahasia Selamat dari Fitnah Terbesar Akhir Zaman karya Muhammad Muhlisin disebutkan, hampir tidak ada hadits sahih yang menyebutkan nama Dajjal (yang sebenarnya), nama keluarga, istri, ibu, bapak, kakek atau nenek moyangnya. Tetapi Rasulullah SAW melalui sabdanya telah menyebutkan beberapa sifat dan keadaannya.

Dalam hadits yang diriwayatkan Turmudzi dan Abu Daud ath-Thayalisi, "Rasulullah SAW bersabda: 'Bapak dan ibu Dajjal hidup selama tiga puluh tahun dan tidak mempunyai anak. Kemudian, melahirkan seorang anak yang cacat. Ia sangat berbahaya dan tidak mempunyai manfaat. Matanya tidur tetapi hatinya tidak.'" Kemudian beliau menoleh kepada kita sambil bersabda, "Bapaknya gemuk dan hidungnya seperti paruh, sedangkan ibunya berpayudara panjang."

Ciri Fisik Dajjal dalam Hadits

Rasulullah SAW menjelaskan ciri fisik Dajjal secara detail agar umat Islam dapat mengenalinya dengan jelas.

1. Bermata Satu (Buta Sebelah)

Disebutkan dalam buku Fitnah & Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah al-Adnani, salah satu ciri paling menonjol adalah Dajjal bermata satu. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan, "Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya..."

Dalam hadits lain disebutkan,

"Adapun Masih Adh-Dhalalah (Al-Masih pembawa kesesatan: Dajjal) adalah seorang lelaki yang berdahi lebar, picak mata kirinya, lebar lubang hidungnya, (tubuhnya) agak bongkok." (HR Muslim dan dinilai shahih)

2. Tertulis "Kafir" di Dahinya

Ciri yang sangat penting lainnya adalah adanya tulisan "كافر" (kafir) di dahi Dajjal. Para sahabat pernah bertanya tentang Dajjal,

"Wahai Rasul, mohon gambarkan kepada kami seperti apa Dajjal itu?" "Dia adalah sosok anak muda yang berambut tebal. Mata kanannya melotot bak biji anggur yang mau keluar. Cahaya mata kanannya hilang, sedangkan mata kirinya buta. Dia mengaku sebagai tuhan. Di keningnya tertulis kata 'kâfir'. Tulisan itu terlihat jelas oleh orang yang beriman," tuturnya.

3. Laki-laki Bertubuh Pendek

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu ke dalam, maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah." (HR Muslim)

4. Rambut Keriting

Ciri lainnya adalah rambut Dajjal yang keriting dan tebal. Dalam hadits disebutkan rambutnya seperti bergumpal atau kusut.

Rasulullah SAW bersabda, "Dajjal adalah pemuda yang berambut keriting, matanya buta (sebelah kanan), aku cenderung menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kalian menjumpainya maka bacakanlah kepadanya permulaan surah Al Kahfi. Sesungguhnya Dajjal akan muncul di tempat sepi antara Syam dan Irak. Lalu dia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba-hamba Allah, teguhkanlah pendirian kalian!" (HR Muslim)

Doa Dijauhkan dari Fitnah Dajjal

Ada beberapa doa yang dapat dibaca untuk memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari fitnah Dajjal. Berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ


Latin-Arab : Allahumma inni audzubika min 'adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal" (Hadits riwayat Imam Muslim dari Anas dan Abu Hurairah).

Kemudian bisa dilanjutkan dengan membaca doa sebagaimana dianjurkan Abu Hurairah RA setelah selesai membaca bacaan dalam tahiyat akhir. Doa ini ditujukan untuk memohon perlindungan pada Allah SWT dari siksa neraka, azab kubur, bencana, dan fitnah Dajjal.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbana atinaa fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannaar

Artinya: "Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksaan api neraka," (HR Bukhari).

Surat Al Kahfi ayat 1-10

Selain dua doa tersebut, umat Islam juga dapat membaca 10 ayat pertama Surat Al Kahfi.

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa di antara kalian yang mendapati zamannya Dajjal, maka bacalah awal-awal surat Al-Kahfi." (HR. Muslim)

Bacaan lengkap surah Al Kahfi ayat 1-10

1. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

2. قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

Latin: qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

3. مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

Latin: mākiṡīna fīhi abadā

Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

4. وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Artinya: Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."

5. مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Latin: mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

6. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

Latin: fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Artinya: Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

7. اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

Latin: innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

8. وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

Latin: wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

Artinya: Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.

9. اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

Latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā

Artinya: Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

10. اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

Latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads