Lebaran Muhammadiyah 2026 Jatuh Kapan? Ini Perkiraannya

Lebaran Muhammadiyah 2026 Jatuh Kapan? Ini Perkiraannya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Minggu, 18 Jan 2026 07:00 WIB
Lebaran Muhammadiyah 2026 Jatuh Kapan? Ini Perkiraannya
Logo Muhammadiyah. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid resmi menetapkan jatuhnya Lebaran 2026. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan penetapan awal Ramadan dan Zulhijah.

Namun, terdapat potensi perbedaan tanggal dengan pemerintah yang diperkirakan jatuh sehari setelahnya. Lantas, bagaimana rincian perhitungan yang digunakan Muhammadiyah dan bagaimana kita menyikapi potensi perbedaan tersebut? Simak penjelasan lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebaran Muhammadiyah 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, Muhammadiyah menetapkan Lebaran 2026 pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil perhitungan hisab hakiki dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

ADVERTISEMENT

Bagaimana Cara Muhammadiyah Menentukan Lebaran?

PP Muhammadiyah menentukan Lebaran 2026 melalui hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid berdasarkan prinsip, syarat dan parameter KHGT.

Berdasarkan data hisab, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada hari Kamis, 19 Maret 2026, pada pukul 01:23:28 UTC. Penetapan ini mengacu pada Parameter Kalender Global (PKG) 1, di mana pada saat matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC telah ada wilayah di muka bumi yang memenuhi kriteria tersebut.

Secara lebih detail, wilayah tersebut telah melampaui standar dengan posisi tinggi bulan yang berada di atas 5 derajat serta jarak elongasi minimal 8 derajat.

Salah satu titik koordinat yang menjadi acuan menunjukkan posisi hilal sudah sangat meyakinkan untuk memulai bulan baru. Dengan terpenuhinya syarat-syarat tersebut, maka Muhammadiyah menetapkan Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Apakah Lebaran Muhammadiyah 2026 Berpotensi Berbeda dengan Pemerintah?

Terdapat potensi perbedaan Lebaran 2026 antara Muhammadiyah dan pemerintah. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Lebaran 2026 versi pemerintah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Prediksi tersebut selisih satu hari dengan ketetapan Muhammadiyah yang sudah memastikan Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan metode yang digunakan.

Meski demikian, penetapan menurut pemerintah masih bersifat prediksi dan kepastiannya akan menunggu hasil sidang isbat pada akhir bulan Ramadan dengan menggabungkan dua metode, yaitu pengamatan hilal dan data hisab.

Kapan Biasanya Muhammadiyah Mengumumkan Lebaran?

Muhammadiyah biasanya mengumumkan tanggal Lebaran dari jauh hari. Hal ini karena Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki, yang memungkinkan perhitungan posisi benda langit dilakukan secara akurat untuk jangka waktu yang panjang.

Merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang menetapkan Idul Fitri 2026 pada 22 September 2025, atau sekitar enam bulan sebelum memasuki Lebaran 2026. Pengumuman lebih awal ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan memudahkan bagi warga Muhammadiyah dalam melakukan persiapan menyambut hari raya.

Apakah Warga Muhammadiyah Wajib Mengikuti Keputusan Muhammadiyah?

Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, warga Muhammadiyah perlu dan bahkan wajib untuk memilih keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid dalam mengamalkan Islam. Hal ini didasari oleh etika berorganisasi dan juga wujud loyalitas serta komitmen pada persyarikatan.

Dalam melihat sebuah masalah dan menentukan sebuah hukum, Muhammadiyah tidak hanya melihat dari satu sisi saja. Melainkan dari berbagai sisi sesuai dengan latar belakang bidang ilmu masing-masing anggota.

Muhammadiyah tidak hanya merujuk pada dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah, tetapi juga pada pendekatan ilmu pengetahuan terkait. Muhammadiyah juga memiliki pendekatan khas dalam memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah, yaitu Bayani (nash dalil tekstual), Burhani (ilmu pengetahuan), dan Irfani (intuisi).

Bagaimana Sikap Jika Lebaran Muhammadiyah Berbeda dengan Pemerintah?

Dalam menyikapi potensi perbedaan Lebaran Muhammadiyah dan pemerintah, hal pertama yang dilakukan adalah sikap toleransi. Perbedaan metode yang dilakukan Muhammadiyah dengan hisab dan hilal yang dilakukan pemerintah merupakan hal yang harus dihormati. Mengedepankan ukhuwah islamiyah jauh lebih penting daripada memicu perdebatan di tengah umat.

Menurut catatan pemberitaan detikcom, perbedaan Lebaran antara Muhammadiyah dan pemerintah pernah terjadi pada 2023. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kala itu mengusulkan agar pemerintah menetapkan libur Lebaran selama dua hari jika terjadi perbedaan tanggal. Hal ini bertujuan agar umat Islam yang merayakan lebih awal tetap dapat melaksanakan salat Id dengan khusyuk tanpa terbentur jadwal masuk kerja, sekaligus menjaga kerukunan antarumat yang berbeda waktu perayaannya.

Apakah Salat Id Sah jika Lebaran Berbeda?

Sholat Id tetap sah meskipun terdapat perbedaan waktu Lebaran. Kita dapat memilih salah satu waktu Lebaran berdasarkan dengan keyakinan. Apakah mengikuti jadwal yang ditetapkan Muhammadiyah atau pemerintah.

Tidak diperbolehkan melakukan sholat Id dua kali dalam waktu yang berbeda. Para ulama dari kalangan mazhab Syafi'i mengatakan akhir waktu dari pelaksanaan sholat Id yaitu ketika matahari tergelincir.

Sebagaimana dijelaskan dalam Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzzab yang dinukil oleh NU Online,

وَاتَّفَقَ الْأَصْحَابُ عَلَى أَنَّ آخِرَ وَقْتِ صَلَاةِ الْعِيدِ زَوَالُ الشَّمْسِ

Artinya: "Ulama dari kalangan mazhab Syafi'i sepakat bahwa waktu akhir pelaksanaan sholat id adalah ketika tergelincirnya matahari."

Maka, sholat Id yang dilakukan melebihi waktu yang telah ditetapkan hukumnya tidaklah sah. Kita harus memilih salah satu waktu yang telah ditetapkan sesuai dengan keyakinan.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads