Apa Makna Lari Kecil di Safa dan Marwah Saat Haji?

Apa Makna Lari Kecil di Safa dan Marwah Saat Haji?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 06 Mei 2026 09:30 WIB
Jemaah haji melaksanakan sai, jalan kaki dan berlari-lari kecil antara Safa dan Marwah
Jemaah haji melaksanakan sai (Foto: Triono Wahyu S/detikcom)
Jakarta -

Berlari kecil di Bukit Safa dan Marwah ketika haji disebut sebagai sai. Ibadah ini merupakan rukun haji yang tak boleh ditinggalkan.

Menurut buku Situs-situs Dalam Alquran dari Hebron hingga Borobudur tulisan Syahruddin El-Fikri, sai jadi perjuangan fisik yang berarti mengerahkan tenaga di dalam pencarian atau usaha untuk menghilangkan lapar dan dahaga. Oleh karenanya, setiap jemaah haji atau umrah perlu menghayati makna dari pelaksanaan sai.

Makna Lari Kecil di Bukit Safa dan Marwah Ketika Haji

Syariati melalui bukunya yang bertajuk Hajj menuliskan makna sai adalah sebuah bentuk usaha yang harus dilaksanakan oleh umat manusia. Jika tidak berusaha, ia sengsara dalam kehidupannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan pernah berpikir tentang hasilnya. Pasrahkan semuanya pada Allah, karena hanya Dia tempat manusia berpasrah," tulisnya.

Sama halnya dengan kehidupan di dunia, sai jadi gambaran hidup manusia di dunia dalam berusaha. Apa yang dilakukan Siti Hajar dalam mencari air untuk minum dirinya dan Ismail AS adalah karena kebutuhan yang dimiliki manusia.

ADVERTISEMENT

Sai merupakan salah satu rangkaian penting dalam haji yang menggambarkan pencarian keberkahan dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.

Sai mengacu pada perjalanan Siti Hajar, istri dari Nabi Ibrahim AS yang mencari air untuk putranya Ismail AS di padang pasir Makkah.

Sai mengajarkan umat Islam tentang ketekunan, keberanian, dan kepercayaan kepada Allah SWT. Melakukan sai antara Bukit Safa dan Marwah mengingatkan kaum muslimin akan perjuangan Siti Hajar dalam mencari air di padang pasir yang tandus.

Hal tersebut mengajarkan untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi cobaan hidup dan untuk selalu mencari keberkahan dalam segala hal.

Bolehkah Berjalan Kaki atau Naik Kendaraan ketika Sai?

Menurut kitab Fiqh As-Sunnah oleh Sayyid Sabiq terjemahan Khairul Amru Harahap, diperbolehkan berjalan atau naik kendaraan ketika sai.

Namun, berjalan kaki dinilai lebih utama daripada naik kendaraan, bahkan dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas RA dikatakan Rasulullah SAW melakukan sai dengan berjalan kaki.

Namun, setelah banyak orang yang mengerumuni beliau dan berdesak-desakan, Nabi SAW kemudian naik di atas kendaraan agar mereka dapat melihat dan bertanya kepada beliau. Abu Thufail berkata kepada Ibnu Abbas RA,

"Katakanlah kepadaku, naik kendaraan ketika sai antara Safa dan Marwah apakah termasuk sunnah? Kaummu menyangka bahwa hal itu merupakan sunnah."

Ibnu Abbas RA menjawab, "Di antara mereka ada yang benar dan ada juga yang dusta."

Abu Thufail berkata, "Di antara mereka ada yang benar dan ada juga yang dusta?"

Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika itu dikerumuni banyak orang. Mereka mengatakan, 'Ini Muhammad, ini Muhammad, hingga gadis-gadis yang masih remaja keluar dari rumah mereka. Ketika banyak orang ingin menemui beliau, beliau lantas naik kendaraan."

Imam Muslim menyebut salah satu riwayat bahwa menggabungkan antara berjalan biasa dan berlari-lari kecil ketika sai lebih diutamakan. Walau diperbolehkan menggunakan kendaraan, hukumnya makruh.

Menurut Tirmidzi, sebagian ulama termasuk Imam Syafi'i tidak menyukai seseorang melakukan sai di antara Safa dan Marwah dengan menggunakan kendaraan kecuali ada uzur tertentu.

Bacaan Doa Sai: Arab, Latin dan Arti

Dilansir dari buku Doa & Zikir Haji dan Umrah 2026 terbitan Kementerian Haji dan Umrah RI, berikut beberapa bacaan sai.

1. Doa Ketika Pertama Kali Mendekati Safa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُولُهُ إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أو اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ

Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi' tamara falaa junaaha 'alaihi an yat thouwwafa bihimaa, wa man tathouwwa'a khoiron fa innallaha syaakirun 'aliim. Abda'u bimaa bada'allahu bihi wa rasuluh.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Aku memulai sai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai."

2. Doa di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka'bah

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيْ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd. Allahuakbar 'alaa maa hadaanal hamdullahi 'alaa maa aulaana. Laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai'in qodiir. An jaza wa'dahu wa nashara 'abdahu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallahu walaa na'budu illa iyyahu muhlisiina lahuddaina wa laukarihal kaafiruuna walhamdulillahi robbil 'alamiin.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam."

3. Doa Setiap Mendekati Safa dan Marwah

إنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَواعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطْوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Innash shafaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi'tamara fa laa junaaha 'alaihi an yath thawwafa bihimaa wa man tathawwa'a khairan fa innallaha syaakirun 'aliim.

Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui."

4. Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbighfir warham wa'fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta'lam innaka ta'lamu maa laa na'lamu. Allahummaghfir warham innaka antal aa'azzul akram. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqina adzaa bannaar.

Artinya: "Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka."

5. Doa di Bukit Marwah setelah Sai

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma rabbanaa taqabbal minna wa'aafinaa wa'fu 'anna, wa 'alaa tha'atika wa syukrika a'inna, wa 'alaa ghairika laa takilnaa wa 'alaal iimani wal islaamil kaamili jamii'an tawaffanaa wa anta raadhin 'annaa. Allahummarhamnii bitarkil ma'aasii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maa laa ya'niinii warzuqnii khusnan nadhori fiimaa yurdhiika 'annaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah kami mohon terimalah doa dan amalan kami, lindungi dan ampunilah kami berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam Islam yang sempurna dalam keridhaan-Mu. Ya Allah rahmatilah diri kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatlah diri kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami keridhaan-Mu. Wahai Tuhan yang bersifat Maha Pengasih Yang Penyayang."




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads