Ayat tentang Haji dan Umrah Lengkap dengan Syarat dan Rukunnya

Ayat tentang Haji dan Umrah Lengkap dengan Syarat dan Rukunnya

Genis Naila Alfunafisa - detikHikmah
Jumat, 26 Mei 2023 16:53 WIB
Ayat tentang Haji dan Umrah Lengkap dengan Syarat dan Rukunnya
Foto: AFP via Getty Images/ABDEL GHANI BASHIR
Jakarta -

Perintah untuk melaksanakan ibadah haji telah disampaikan Allah SWT dalam Al-Qur'an tentang pelaksanaan hingga rukun dan sunnah amalan ibadah haji.

Begitupun juga dengan ibadah umrah, banyak ayat berupa dalil dalam Al-Qur'an dan hadits tentang anjuran melakukan ibadah umrah.

Untuk mengetahuinya, simak penjelasan mengenai ayat tentang haji dan umrah, lengkap dengan syarat dan rukunnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Menunaikan Haji dan Umrah

Mengutip laman NU Online, haji memiliki berbagai ragam hukum syar'i tergantung kondisi setiap individu umat Islam.

Hukum haji dapat menjadi fardhu ain, fardhu kifayah, dan memungkinkan juga menjadi tathawwu atau sukarela tergantung kemampuan masing-masing.

ADVERTISEMENT

Menurut Syekh M Nawawi Al-Bantani, ibadah haji hukumnya wajib sekali seumur hidup. Jika dilakukan lebih dari satu kali, maka itu adalah haji nazar, haji qadha, dan haji fardhu kifayah.

Sementara, mengutip buku 'Fikih Sunnah Jilid 3' oleh Sayyid Sabiq, berdasarkan Mazhab hanafiyah, hukum umrah bagi umat muslim adalah sunnah muakkad untuk dikerjakan sekali seumur hidup.

Ayat tentang Haji

Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah beberapa ayat dari Al-Qur'an dan Hadits yang menjelaskan tentang haji.

1. Surat Al Hajj Ayat 32

Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŠŲØšŲŽØ¸Ų‘ŲŲ…Ų’ Ø´ŲŽØšŲŽŲ°Ų“ØĻŲØąŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽØ§ ؅ؐ؆ ØĒŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲŲ„ŲŲˆØ¨Ų

"Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati."

2. Surat Al Hajj Ayat 27

ŲˆŲŽØŖŲŽØ°Ų‘ŲŲ† ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø¨ŲŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽØŦؑؐ ŲŠŲŽØŖŲ’ØĒŲŲˆŲƒŲŽ ØąŲØŦŲŽØ§Ų„Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ŲƒŲŲ„Ų‘Ų ØļŲŽØ§Ų…ŲØąŲ ŲŠŲŽØŖŲ’ØĒŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų ŲŲŽØŦŲ‘Ų ØšŲŽŲ…ŲŲŠŲ‚Ų

"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh."

3. Surat Al Baqarah Ayat 189

ŲŠŲŽØŗŲ’Ų€Ų”ŲŽŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽŲƒŲŽ ØšŲŽŲ†Ų ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲ‡ŲŲ„Ų‘ŲŽØŠŲ ۖ Ų‚ŲŲ„Ų’ Ų‡ŲŲ‰ŲŽ Ų…ŲŽŲˆŲŽŲ°Ų‚ŲŲŠØĒŲ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽØŦؑؐ ۗ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ØŗŲŽ ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲØąŲ‘Ų Ø¨ŲØŖŲŽŲ† ØĒŲŽØŖŲ’ØĒŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲŲŠŲŲˆØĒŲŽ ؅ؐ؆ Ø¸ŲŲ‡ŲŲˆØąŲŲ‡ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ°ŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲØąŲ‘ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų ŲąØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŽŲ‰Ų° ۗ ŲˆŲŽØŖŲ’ØĒŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲŲŠŲŲˆØĒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽØ¨Ų’ŲˆŲŽŲ°Ø¨ŲŲ‡ŲŽØ§ ۚ ŲˆŲŽŲąØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆŲ†ŲŽ

"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji;

Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

4. Surat Al-Baqarah Ayat 197

ŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽØŦŲ‘Ų ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲØąŲŒ Ų…Ų‘ŲŽØšŲ’Ų„ŲŲˆŲ…ŲŽŲ°ØĒ، ۚ ŲŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲŲŽØąŲŽØļŲŽ ŲŲŲŠŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽØŦŲ‘ŲŽ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØąŲŽŲŲŽØĢŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŲØŗŲŲˆŲ‚ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØŦŲØ¯ŲŽØ§Ų„ŲŽ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽØŦؑؐ ۗ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽŲŲ’ØšŲŽŲ„ŲŲˆØ§ÛŸ ؅ؐ؆ؒ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲ ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų’Ų‡Ų ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ۗ ŲˆŲŽØĒŲŽØ˛ŲŽŲˆŲ‘ŲŽØ¯ŲŲˆØ§ÛŸ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽØ§Ø¯Ų ŲąŲ„ØĒŲ‘ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ‰Ų° ۚ ŲˆŲŽŲąØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆŲ†Ų ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŲˆÛŸŲ„ŲŲ‰ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲ„Ų’Ø¨ŲŽŲ°Ø¨Ų

Artinya: (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji.

Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

5. Surat Ali 'Imran Ayat 97

ŲŲŲŠŲ‡Ų ØĄŲŽØ§ŲŠŲŽŲ°ØĒ،Ûĸ Ø¨ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽŲ°ØĒ، Ų…Ų‘ŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…Ų ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽŲ°Ų‡ŲŲŠŲ…ŲŽ ۖ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† Ø¯ŲŽØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‡ŲÛĨ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŲ†Ų‹Ø§ ۗ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø­ŲØŦŲ‘Ų ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒؐ Ų…ŲŽŲ†Ų ŲąØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØēŲŽŲ†ŲŲ‰Ų‘ŲŒ ØšŲŽŲ†Ų ŲąŲ„Ų’ØšŲŽŲ°Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia;

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

6. Hadits oleh Syekh M Nawawi Al-Bantani

ŲˆŲ„Ø§ ؊ØŦب Ø§Ų„Ų†ØŗŲƒ Ø¨ØŖØĩŲ„ Ø§Ų„Ø´ØąØš ØĨŲ„Ø§ Ų…ØąØŠ ŲˆØ§Ø­Ø¯ØŠ ؁؊ Ø§Ų„ØšŲ…Øą ŲˆŲ‚Ø¯ ؊ØŦب ØŖŲƒØĢØą Ų…Ų†Ų‡Ø§ Ų„ØšØ§ØąØļ ŲƒŲ†Ø°Øą ŲˆŲ‚ØļØ§ØĄ ØšŲ†Ø¯ ØĨŲØŗØ§Ø¯ Ø§Ų„ØĒØˇŲˆØš ؈ØĨØ­ŲŠØ§ØĄ Ø§Ų„ŲƒØšØ¨ØŠ ŲƒŲ„ ØšØ§Ų… Ø¨Ø§Ų„Ø­ØŦ

Artinya, "Tidak wajib pelaksanaan ibadah manasik (haji) berdasarkan asal syariat kecuali sekali seumur hidup. Tetapi haji menjadi wajib lebih dari sekali karena ada sebab baru, yaitu nazar, qadha ketika merusak haji sunnah, dan mensyiarkan ka'bah setiap tahun dengan ibadah haji,"

Dikutip dari pernyataan Syekh M Nawawi Al-Bantani, Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi'in, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyyah: 2002 M/1422 H], halaman 197).

7. Hadits Qauli oleh As-Syarbini

Ų„ØŖŲ†Ų‡ ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… Ų„Ų… ŲŠØ­ØŦ بؚد ŲØąØļ Ø§Ų„Ø­ØŦ ØĨŲ„Ø§ Ų…ØąØŠ ŲˆØ§Ø­Ø¯ØŠØŒ ŲˆŲ‡ŲŠ Ø­ØŦØŠ Ø§Ų„ŲˆØ¯Ø§Øš ŲˆŲ„ØŽØ¨Øą Ų…ØŗŲ„Ų… ØŖØ­ØŦŲ†Ø§ Ų‡Ø°Ø§ Ų„ØšØ§Ų…Ų†Ø§ ØŖŲ… Ų„Ų„ØŖØ¨Ø¯ØŸ Ų‚Ø§Ų„ Ų„Ø§ Ø¨Ų„ Ų„Ų„ØŖØ¨Ø¯

Artinya, "Karena Rasulullah saw tidak berhaji setelah datang kewajiban haji kecuali sekali, yaitu haji wada; dan karena hadits riwayat Muslim, 'Apakah haji kita untuk tahun ini atau untuk selamanya?' sahabat bertanya. 'Tidak (untuk tahun ini), tetapi selamanya,' jawab Rasul,"

Dikutip dari As-Syarbini, Mughnil Muhtaj ila Ma'rifati Ma'ani Alfazhil Minhaj, [Beirut, Darul Ma'rifah: 1997 M/1418 H], juz I, halaman 673).

Ayat tentang Umrah

Dilansir dari web NU Online dan dirangkum dari detikHikmah, berikut adalah beberapa ayat yang menjelaskan tentang umrah.

1. surat Al Baqarah Ayat 196

ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŲ…Ų‘ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØŦŲ‘ŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŲ…Ų’ØąŲŽØŠŲŽ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų

Artinya: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...,"

2. Surah Al-Baqarah Ayat 158

ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ų…ŲŽØąŲ’ŲˆŲŽØŠŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØšŲŽØ§ØĻŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ø­ŲŽØŦŲ‘ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽ ØŖŲŽŲˆŲ Ø§ØšŲ’ØĒŲŽŲ…ŲŽØąŲŽ ŲŲŽŲ„Ø§ ØŦŲŲ†ŲŽØ§Ø­ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽØˇŲ‘ŲŽŲˆŲ‘ŲŽŲŲŽ Ø¨ŲŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØˇŲŽŲˆŲ‘ŲŽØšŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąØ§Ų‹ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø´ŲŽØ§ŲƒŲØąŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ

Artinya, "Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syi'ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya.

Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah [2]: 158).

3. Surat Ali 'Imran Ayat 97

ŲŲŲŠŲ‡Ų ØĸŲŠŲŽØ§ØĒ، Ø¨ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ†ŲŽØ§ØĒ، Ų…ŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…Ų ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ…ŲŽ ۖ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ Ø¯ŲŽØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØĸŲ…ŲŲ†Ų‹Ø§ ۗ ŲˆŲŽŲ„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø­ŲØŦŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒؐ Ų…ŲŽŲ†Ų Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØ§ØšŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ØŗŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ ۚ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŽ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØēŲŽŲ†ŲŲŠŲ‘ŲŒ ØšŲŽŲ†Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."

4. Hadits yang Diriwayatkan Ibnu Majah

ØšŲŽŲ†Ų’ ØšŲŽØ§ØĻŲØ´ŲŽØŠŲŽ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽØĒŲ’ Ų‚ŲŲ„Ų’ØĒŲ ŲŠŲŽØ§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲØŗŲŽØ§ØĄŲ ØŦŲŲ‡ŲŽØ§Ø¯ŲŒ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ Ų†ŲŽØšŲŽŲ…Ų’ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŦŲŲ‡ŲŽØ§Ø¯ŲŒ Ų„ŲŽØ§ ؂ؐØĒŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲŲŲŠŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽØŦŲ‘Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŲ…Ų’ØąŲŽØŠŲ

Artinya: 'Wahai Rasulullah, apakah wanita wajib berjihad?' Nabi menjawab, 'Ya, wajib atas mereka berjihad tanpa berperang yaitu, haji dan umrah,' (HR Ibnu Majah).

Syarat dan Rukun Haji

Dilansir dari kalsesl.kemenag.go.id., berikut adalah syarat dan rukun dalam menunaikan ibadah haji.

Syarat Wajib Haji

Syarat wajib adalah syarat yang harus dipenuhi seseorang sehingga wajib melaksanakan ibadah haji. Apabila belum memenuhi syarat tersebut, maka orang itu belum wajib menunaikan ibadah haji. Syarat wajib haji diantaranya:

  1. Berakal
  2. Baligh
  3. Merdeka
  4. Mampu

Rukun Haji

Rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji secara runtut. Rukun haji diantaranya:

  1. Ihram
  2. Wukuf
  3. Tawaf Ifadah
  4. Sa'i
  5. Tahallul
  6. Tertib

Syarat dan Rukun Umrah

Umrah merupakan ibadah haji kecil. Seperti halnya ibadah haji, umrah juga memiliki syarat dan rukun. Dikutip dari laman subang.kemenag.go.id., berikut adalah syarat dan rukun umrah.

Syarat Wajib Umrah

Syarat wajib umrah sama dengan syarat wajib ibadah haji, yakni:

  1. Berakal
  2. Baligh
  3. Merdeka
  4. Mampu

Rukun Umrah

Rukun pelaksanaan umrah yaitu:

  1. Ihram
  2. Tawaf
  3. Sa'i
  4. Mencukur rambut kepala atau memotongnya
  5. Tertib, dilaksanakan secara berurutan

Demikian penjelasan mengenai ayat tentang haji dan umrah lengkap dengan syarat dan rukunnya. Semoga detikers semakin paham mengenai ilmu tentang haji dan umrah, ya. Selamat beribadah!




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads