Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata selama periode Januari-Juni 2026 mencapai 3.203.156 orang. Angka tersebut turun 2,42 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Dilihat dari paspor wisatawan, Australia masih menjadi penyumbang wisman terbesar dengan 802.837 kunjungan atau meningkat 6,10 persen. Posisi kedua ditempati turis asal China dengan 285.120 kunjungan atau naik 7,77 persen.
Sementara itu, kunjungan turis asal India turun 7,48 persen dengan 278.056 kunjungan. Demikian pula wisatawan asal Inggris tercatat 138.164 kunjungan atau turun 11,30 persen.
Berikutnya wisatawan asal Amerika Serikat mencapai 134.519 kunjungan, turun 1,84 persen. Dari lima negara penyumbang wisman terbesar itu, kunjungan turis Inggris mengalami penurunan terdalam.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini, mengungkapkan pihaknya kini lebih fokus menggarap pasar negara yang tidak melewati Timur Tengah atau short-haul. Short-haul merujuk pada perjalanan atau penerbangan dengan jarak dan waktu tempuh yang relatif dekat.
"Misalnya Australia, Tiongkok, Thailand, dan negara-negara di Asia Pasifik. Dari Perth ke Bali sekitar empat jam, dari Tiongkok sekitar tujuh jam, sedangkan Thailand sekitar lima jam," ujar Indah, Senin (3/8/2026).
Selain itu, Dispar Bali juga mulai membidik pasar Korea Selatan dan Jepang. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pasar Eropa dan AS.
Di sisi lain, Indah juga mendorong agar para pelaku industri pariwisata dapat mempromosikan destinasi yang berada di luar Bali selatan. Tujuannya agar perekonomian Bali lebih merata.
"Kami tentu mengimbau para pengusaha travel agent untuk juga mempromosikan atau menawarkan hidden gem-hidden gem yang ada di kabupaten-kabupaten lain seperti misalnya yang ada di Buleleng, Karangasem, Jembrana, Bangli, supaya wisatawan itu tidak tertumpuk di Bali selatan saja," imbuhnya.
Simak Video "Video: BPS Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik 8,42% di Juni 2025"
(iws/iws)