Puluhan wisatawan domestik dan mancanegara antusias saat menonton pementasan Barong Landung di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Pertunjukan ini dipersiapkan pengelola desa wisata tersebut sebagai atraksi budaya saat momen libur Imlek 2026.
Pantauan detikBali pada Minggu (15/2/2026), belasan penabuh gamelan dan pembawa tedung mengiringi Barong Landung sejak pukul 10.00 Wita. Dua barong menyerupai boneka setinggi 2 meter berjalan pelan di jalanan utama Desa Penglipuran.
Kedua Barong Landung tersebut merupakan karakter Raja Sri Jaya Pangus dan istrinya, Kang Cing Wie. Tiba di depan Pura Penataran Desa Penglipuran, dua barong tersebut kembali menari diiringi tabuhan gamelan.
Setelah menghibur para turis di depan Pura Penataran, pawai Barong Landung melanjutkan perjalanan ke perempatan di tengah Desa Penglipuran. Di sana, makin banyak wisatawan yang telah menanti untuk menyaksikan atraksi Barong Landung itu.
"Barong Landung sangat menakjubkan. Sangat berbeda dengan budaya kami di Inggris Raya," kata Grace Hollands, turis asal Inggris, seusai menonton Barong Landung di Desa Penglipuran, Minggu.
Hollands mengaku baru kali pertama menonton salah satu kesenian barong khas Bali itu. Ia pun merasa perlu banyak belajar hal mengenai cerita di balik Barong Landung itu.
"Jujur, kami tidak terlalu tahu tentang cerita rakyat di balik dua boneka besar itu. Saya hanya berpikir, Barong Landung itu budaya yang berbeda," imbuhnya.
Emily Bramall setali tiga uang. Teman senegara Hollands itu hanya mengetahui Raja Sri Jaya Pangus dan Kang Cing Wie adalah pasangan suami istri. Selebihnya, Emily mengaku perlu banyak mencari tahu tentang kisah Barong Landung.
"Salah satu inti ceritanya, mereka (Jaya Pangus dan Kang Cing Wie) adalah suami istri," kata Emily.
Pengurus Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menuturkan atraksi Barong Landung digelar setiap momen Imlek sejak 2024. Sumiarsa mengatakan pementasan Barong Landung ditampilkan sebagai variasi atraksi sekaligus edukasi bagi wisatawan yang berkunjung.
"Satu alasan, untuk kelestarian budayanya. Kami libatkan warga Desa Penglipuran dengan pementasan Barong Landung ini," ujar Sumiarsa.
Simak Video "Video: Momen Imlek, Warga Tionghoa Jambi Lepas Kura-Kura ke Sungai"
(iws/iws)