7 Mitos dan Pantangan Seputar Gunung Agung Bali, Pendaki Wajib Tahu!

Tim detikBali - detikBali
Senin, 19 Sep 2022 09:20 WIB
Gunung Agung. Foto: Agung Wijaya/d'Traveler
Karangasem -

Gunung Agung yang memiliki tinggi 3.124 meter di atas permukaan laut (mdpl) memiliki sederet mitos dan larangan yang tidak boleh dilanggar. Selain menjadi favorit para pendaki, Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali juga terkenal dengan kesakralannya yang masih terjaga hingga saat ini.

pemangku di Pura Pasar Agung Jro Mangku Gede Umbara (60) mengatakan bahwa sebenarnya terkait dengan cerita-cerita yang beredar, ia tidak berani menyebut bahwa itu hanyalah sebuah mitos. Sebab menurutnya sudah banyak terbukti jika mitos dilanggar akan mendapatkan bahaya saat melakukan pendakian di Gunung Agung.

Untuk traveler yang sedang merencanakan pendakian ke Gunung Agung, kamu boleh percaya atau tidak percaya soal mitos-mitos dan pantangan tersebut. Namun, masyarakat Hindu di sana sangat menjunjung tinggi kesakralan Gunung Agung.

Berikut sederet mitos dan pantangan di Gunung Agung yang diungkap oleh Jro Mangku Gede Umbara.

1. Tidak Boleh Bawa Daging Sapi atau Babi

Jro Mangku Gede Umbara (60) mengatakan mitos pertama adalah tidak boleh membawa daging sapi atau babi saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung. Karena berdasarkan cerita-cerita orang tua zaman dulu, Ida Bhatara yang ada di Gunung Agung dalam bentuk Siwa. Siwa dalam hal ini kendaraannya adalah sapi atau lembu.

"Sehingga sapi dianggap suci, jadi tidak diperbolehkan membawa daging sapi ke puncak Gunung Agung, jika itu dilanggar maka akan menemui kendala maupun bahaya saat melakukan pendakian," kata Jro Mangku Umbara beberapa waktu lalu.

2. Orang Berilmu Spiritual Tinggi Bisa Menemukan Sapi Hitam Besar

Jro Mangku Umbara mengatakan bagi mereka yang memiliki ilmu spiritual yang tinggi saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung sering menemukan sapi hitam besar. Maka dari itu sampai saat ini membawa daging sapi ke puncak Gunung Agung sangat tidak diperkenankan.

3. Dilarang Membawa atau Menggunakan Emas

Selain itu, bagi para pendaki juga tidak diperkenankan untuk membawa atau menggunakan peralatan emas ke puncak Gunung Agung. Karena gunung dalam niskala atau alam tidak nyata merupakan sebuah emas. Jadi jika pendaki membawa emas maka energinya akan menjadi lebih besar.

"Jika kita lantas membawa emas maka akan menimbulkan bahaya dan itu juga sudah banyak terjadi kefatalan, di mana saat mendaki bisa datang angin kencang, terpeleset bahkan ada yang sampai meninggal," ungkap Jro Mangku Umbara.



Simak Video "Momen Evakuasi Pendaki yang Ditemukan Tewas di Gunung Agung Bali"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork