FIFA menjatuhkan denda US$ 20 ribu atau sekitar Rp 361 juta kepada Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF) buntut chant anti-muslim yang dinyanyikan suporter. Tak hanya denda, Spanyol juga diwajibkan menutup 15 persen area stadion saat menggelar laga kandang internasional berikutnya.
Melansir Reuters, sanksi tersebut dijatuhkan setelah suporter Spanyol menyanyikan chant bernada anti-Muslim saat menghadapi Mesir di RCDE Stadium, Barcelona, pada April lalu.
RFEF telah mengajukan banding, tetapi ditolak FIFA. Federasi sepakbola Spanyol itu belum menyerah dan dikabarkan akan membawa perkara tersebut ke Pengadilan Arbitrase karena menilai sanksi yang dijatuhkan terlalu berat.
Insiden itu terjadi ketika suporter tuan rumah meledek Mesir dengan nyanyian bernada xenofobia dari tribune. Meski panitia telah memberikan peringatan melalui pengeras suara, suporter tetap melanjutkan nyanyian, bahkan meledek lagu kebangsaan Mesir.
Salah satu chant yang terdengar berbunyi, 'Kalau tak melompat, berarti muslim," ledek fans Spanyol.
Aksi tersebut turut membuat Lamine Yamal, pemain muslim Timnas Spanyol, kesal. Seusai pertandingan, ia mengunggah foto yang menunjukkan kebanggaannya menjadi seorang muslim.
Dalam pembelaannya, RFEF menilai kata 'Muslim' "bukanlah kata yang menghina maupun merendahkan". RFEF juga berpendapat perilaku suporter seharusnya dinilai berdasarkan Pasal 17 FIFA, yang mencakup pesan politik, ideologis, keagamaan, atau yang menyinggung, bukan Pasal 15 yang mengatur diskriminasi dan pelecehan rasial.
Namun, komite disiplin FIFA menolak argumen tersebut. FIFA menyatakan Pasal 15 tidak mensyaratkan penggunaan kata-kata hinaan secara eksplisit. Suatu istilah dapat bersifat diskriminatif apabila digunakan dalam konteks sebagai "hinaan, ejekan, atau penanda inferioritas".
RFEF tetap bersikukuh bahwa pihaknya telah mengambil langkah untuk menangani insiden tersebut. Federasi itu menilai respons mereka sudah dilakukan secara cepat dan efektif.
"Sepanjang proses persidangan, RFEF tetap berpendapat bahwa mereka bertindak segera, cermat, dan efektif sejak pertama kali mengetahui insiden tersebut," kata seorang pejabat tinggi di RFEF kepada Reuters.
"Selain itu, langkah-langkah yang diambil memastikan bahwa nyanyian tersebut tidak terulang dan bahwa penonton yang hadir di stadion sendiri menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap perilaku semacam itu," katanya.
Simak Video "Video: Target Tinggi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup"
(dpw/dpw)