Sebanyak 1.128 atlet orang bertalenta khusus (OBK) dari 25 provinsi di Indonesia akan berlaga pada Pekan Special Olympic Nasional (PESONAS) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka merupakan anak-anak istimewa yang memiliki hak yang sama untuk dihargai, diapresiasi, dan diberi kesempatan menunjukkan kemampuan.
"Para atlet yang akan mengikuti PESONAS II NTT Tahun 2026 mencapai 1.128 di luar undangan non delegasi yang datang secara mandiri misalnya orang tua pendamping atau kepala daerah dari kabupaten/kota dan provinsi," ujar Ketua Panitia PESONAS NTT 2026, Reny Un, di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT, Senin (5/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PESONAS II NTT 2026 akan diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2026. Para atlet dan pelatih dari seluruh Indonesia akan berkompetisi pada tujuh cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, senam ritmis, sepak bola, renang dan bocce.
Menurut Reny, ajang ini juga menjadi seleksi bagi OBK Special Olympics Indonesia (SOIna) yang akan mewakili Indonesia pada Special Olympics World Games (SOWG) di Santiago, Chile, pada Oktober 2027.
Meski keterbatasan APBD, Pemprov NTT sudah berkomitmen mendukung. Namun, masih membutuhkan uluran tangan berbagai pihak untuk menutupi biaya kostum, medali, perlengkapan pertandingan ramah difabel sesuai standar Special Olympics, serta venue yang akses dan aman selama lima hari pelaksanaan.
Reny mengungkapkan PESONAS NTT 2026 diharapkan menjadi contoh provinsi yang maju dan inklusif dengan memberi kesempatan setara bagi anak istimewa. Ajang ini juga diharapkan memberi multiplier effect bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perekonomian, pariwisata, dan pendapatan asli daerah (PAD), sekaligus menjadi gambaran menuju PON NTT 2028.
"Kami berharap lewat ajang ini, kita bisa mengirimkan atlet NTT ke ajang Special Olympics World Games di Santiago, Chile pada bulan Oktober tahun 2027 mendatang," harap Reny.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan PESONAS 2026 akan berlangsung di Kota Kupang pada 14-18 Oktober 2026. PESONAS berlangsung tepat saat kedatangan Teknikal Delegate KONI pada 15 Oktober 2026.
"Mereka akan hadir di sini. Jadi kalau PESONAS saja dilihat oleh Delegate bagus penyelenggaraannya, apalagi PON. Tetapi kalau dia lihat PESONAS-nya lembe-leo, tidak ada energi PON pasti tidak akan dapat banyak jangan sampai batal lagi PON ini. Jadi PESONAS ini penentu PON kita jadi atau tidak dan dapatnya berapa cabang olahraga," tegas Laka Lena.
"Jadi saat mereka datang PESONAS, nanti kira-kira kualifikasinya mendekati ajang PON. Harus bagus betul kita bikin. Walaupun saya tau dana di rekening panitia ini masih cekat," lanjut Laka Lena.
Menurut Laka Lena, PESONAS merupakan amanah dan kehormatan bagi Pemprov NTT. NTT harus mampu menjadi tuan rumah yang siap, baik saran prasarananya.
"Kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk menyiapkan arena pertandingan, penginapan, transportasi, keamanan, kesehatan maupun kebutuhan teknis bisa berjalan dengan baik," ujar Laka Lena.
Politikus Partai Golkar itu juga mengakui anggaran penyelenggaraan PESONAS terbatas. Namun, NTT harus dapat membuktikan menjadi tuan rumah untuk event besar skala nasional.
"NTT dengan segala keterbatasan, kami tetap berjalan maju dengan seluruh pihak untuk membuktikan bahwa NTT bisa, NTT siap untuk menjadi bagian dari kemajuan bangsa termasuk di bidang olahraga PESONAS kali ini," tegas Laka Lena.