Round Up

Paniknya 2 Pengantar Kala Jenazah 'Ketinggalan' di Bandara

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 05 Agu 2026 09:35 WIB
Foto: Blasius Kebingin, mahasiswa Lembata yang meninggal dunia di Jakarta. (Istimewa)
Kupang -

Yansen Kebingin dan Sandro Kebingin panik dan bingung ketika mereka tiba di Bandara Gewayantana Larantuka, Flores Timur, Senin (3/8/2026). Pasalnya, jenazah Blasius Avelino D. Kebingin (25) yang diterbangkan menggunakan kargo tidak ada saat dicek. Blasius merupakan sepupu Yansen dan kakak kandung Sandro.

Blasius yang seorang mahasiswa itu meninggal dunia di Jakarta karena sakit. Berselang sehari setelah meninggal, Yansen dan Sandro mengantarkan jenazah Blasius dengan tujuan akhir di kampung mereka di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Yansen mengaku sudah mengecek jenazah di bagian kargo saat tiba di Bandara Gewayantana Larantuka pada Senin. "Tapi di kargo jenazah tidak ada," cerita Yansen saat dihubungi detikBali, Selasa (4/8/2026).

Ia juga menyayangkan, dengan tertundanya keberangkatan dari Larantuka ke Lembata, keluarga telah dirugikan dengan sewa kapal cepat. "Jadi carter dua kali. Kemarin tidak jadi, jadi keluarga carter untuk hari ini lagi. Karena jenazah katanya diberangkatkan hari ini," tandasnya.

Linus Kia, paman Blasius, menceritakan Blasius meninggal dunia di Jakarta pada Minggu (2/8/2026). Kemudian, keesokan harinya jenazah diterbangkan dari Jakarta dengan tujuan Larantuka menggunakan pesawat Wings Air. Penerbangan dijadwalkan transit di Surabaya dan Kupang.

"Tiket dan kargo tujuan Larantuka dibeli sekaligus oleh adik (Yansen Kebingin) katanya berangkat dari Jakarta tanggal 3 Agustus 2026 kemarin. Rutenya transit Jakarta - Surabaya - Kupang lalu ke Larantuka, baru dijemput pakai kapal cepat ke Lewoleba, Kabupaten Lembata, tapi jenazah tidak ada di Larantuka," beber Linus dihubungi detikBali, Selasa.

Menurutnya, pengecekan kargo dari Jakarta ke Surabaya dan Surabaya ke Kupang dinyatakan aman. Saat tiba di Kupang, Yansen dan Sandro yang mengantarkan jenazah langsung melapor ke loket Wings Air di Kupang.

"Petugasnya sampaikan nanti langsung otomatis dipindahkan saja. Jadi adik diarahkan ke ruang tunggu untuk lanjut penerbangan ke Larantuka," kata Linus.

Telanjur Sewa Kapal Cepat

Pihak keluarga di Lembata, dia melanjutkan, sudah menyiapkan penjemputan jenazah. Bahkan sudah menyewa kapal cepat dari Lewoleba, Lembata, ke Larantuka sesuai jadwal pada 3 Agustus. Namun, saat ditunggu di Larantuka, ternyata jenazah tidak dibawa.

Merasa, tidak ada kejelasan, keluarga kemudian komplain ke loket Lion Air di Larantuka dan menelepon ke Jakarta. Setelah dicek, pihak keluarga baru mengetahui jenazah baru akan diberangkatkan ke Larantuka pada 4 Agustus.

"Penyampaian dari pihak maskapai itu bahwa mereka sesuaikan dengan tanggal yang tertera yakni tanggal 4 hari ini. Padahal adik yang bawa jenazah keberatan karena pesan tiket itu semua di tanggal 3 kemarin. Entah kesalahan dari Jakarta atau bagaimana," tegasnya.

Akibat keterlambatan itu, kata Linus, keluarga mengalami kerugian karena sewa kapal cepat dari Lembata ke Larantuka menjadi sia-sia.

Diketahui, Blasius Kebingin diketahui merupakan mahasiswa Universitas Nasional (Unas) Jakarta. Ia meninggal dunia di Jakarta karena sakit.

"Dia awalnya keluhkan sakit pada bagian dada. Keluarga juga tidak dikasih tahu kalau ada sakit. Dari kabar teman kos itu nyeri di dada dan malam Minggu itu dia tidur. Teman-teman ke kamar baru lihat dia saksi baru dilarikan ke rumah sakit baru disampaikan kalau adik ini sudah meninggal," pungkas Linus.



Simak Video "Video Bandara Jedda Siap Terima Jemaah Haji Gelombang II"


(hsa/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB