Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) sukses mengamankan alokasi 10.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk anggaran 2026. Angka ini melonjak tajam hingga lebih dari enam kali lipat dibandingkan capaian 2025.
Kepastian ini didapat langsung dalam rapat koordinasi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Selasa (30/6/2027).
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan pencapaian ini adalah buah dari diplomasi dan data yang solid mengenai kebutuhan riil masyarakat NTB di lapangan.
"Alhamdulillah, perjuangan kami di pusat direspons dengan sangat baik oleh Pak Menteri. Pada tahun 2025, NTB hanya mendapatkan 1.610 unit. Awalnya untuk 2026 kita dipatok di angka 6.418 unit. Namun, setelah kami yakinkan kembali mengenai urgensi di daerah, alokasi kami digenjot hingga tembus 10.000 unit," ujar Dinda dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Dinda menegaskan lonjakan kuota ini akan menjadi angin segar yang mengakselerasi pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Bumi Gora.
Simak Video "Video Polwan yang Bunuh Suaminya di Mataram Divonis 10 Tahun Penjara"
(hsa/hsa)