Kemenag Minta Warga Tak Takut Sekolah di Popnes Imbas 3 Santri Diduga Dibakar

Ahmad Viqi - detikBali
Kamis, 11 Jun 2026 06:00 WIB
Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta masyarakat tidak takut menyekolahkan anak-anaknya di pondok pesantren (ponpes). Hal ini merespons kekhawatiran publik pascakasus dugaan pembakaran tiga santri oleh rekannya di sebuah ponpes di Lombok Tengah beberapa waktu lalu.

Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, menyebut kasus kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum dan tidak mencerminkan kondisi pesantren secara keseluruhan. Ia mengeklaim mayoritas pesantren di NTB ramah anak dan bebas dari kekerasan.

"Kami sampaikan bahwa ini oknum yang melakukan. Jadi tidak mayoritas, hanya berapa persen dari seribu pesantren," ujar Zamroni saat ditemui di Kantor Kemenag NTB, Rabu (10/6/2026).

Zamroni menilai pesantren masih menjadi pilar dalam membangun pendidikan di NTB. Menyikapi anggapan bahwa pesantren rentan terhadap kekerasan, Zamroni menyebut hal itu terjadi karena pelaku tidak memahami konsep perlindungan anak.

"Kami minta apa pun yang terjadi, untuk (menjaga) kepercayaan masyarakat yang jelas harus terbuka. Kami akan selalu turun untuk memberikan yang terbaik untuk pondok-pondok pesantren di NTB," imbuhnya.

Zamroni juga menyayangkan narasi negatif yang beredar di media sosial yang menyudutkan pesantren secara umum akibat kasus di Lombok Tengah tersebut. Menurutnya, kegaduhan tersebut dipicu oleh pihak yang tidak memahami kondisi riil di pesantren.



Simak Video "Video Ponpes di Pati Ditutup Buntut Kasus Dugaan Pencabulan "


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork