Stok bahan bakar minyak (BBM) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menipis. Hal ini disebabkan oleh larangan kapal berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang akibat cuaca buruk berupa hujan dan gelombang tinggi. Stok BBM yang menipis berdampak pada pemadaman listrik di kabupaten tersebut.
"Stok BBM yang menipis ini membuat PLN di wilayah tersebut mengambil langkah untuk membatasi pemakaian listrik dengan pemadaman bergilir," ujar Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam siaran pers yang diterima detikBali, Sabtu (24/1/2026).
Menurut Ahad, Rote Ndao merupakan salah satu titik yang terkena imbas pelarangan kapal berlayar akibat cuaca buruk. Stok BBM untuk pembangkit yang akan distribusikan terpaksa ditunda sampai adanya izin berlayar. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan berupaya mempercepat distribusi BBM apabila larangan berlayar telah dicabut oleh KSOP Kelas III Kupang.
Pemadaman listrik di Rote Ndao juga berdampak pada pelayanan pengisian BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Menurut Ahad, SPBU di sana terpaksa melayani konsumen dengan bantuan genset. SPBU juga terpaksa dilakukan melalui penyesuaian penyaluran agar stok terjaga sampai pelayaran kembali dilakukan.
Simak Video "Video BPH Migas-Pertamina Pastikan Stok BBM Aman saat Nataru 2026"
(iws/iws)