Rela Antre Sejak Subuh demi Nasi Sasak yang Lezat

Nathea Citra - detikBali
Minggu, 02 Agu 2026 18:37 WIB
Foto: Masitah, pemilik Nasi Sasak di kawasan Pasar Ikan Bintaro tengah melayani para pembeli, Minggu (2/8/2026) pagi. (Nathea Citra/detikBali)
Mataram -

Kuliner Nasi Sasak khas Lombok di kawasan Pasar Ikan Bintaro, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah viral di media sosial. Saking antusiasnya, warga Mataram dan sekitar rela antre setelah salat Subuh untuk mendapatkan seporsi Nasi Sasak tersebut.

Lokasi lapak sederhana Nasi Sasak ini berada di dekat pintu masuk Pasar Ikan Bintaro. Pantauan detikBali pada Minggu (2/8/2026) pagi, puluhan warga tampak mengantre untuk mendapatkan Nasi Sasak super medok dengan isian telur, tempe tahu santan, hingga urap komak.

Seporsi Nasi Sasak punya isian melimpah, mirip dengan masakan rumahan khas Sasak. Ada nasi putih, sayur urap komak, telur santan, tempe tahu santan manis, krecek pedas, teri kacang, ikan asin, dan sambal.

Berbeda dengan nasi bungkus pada umumnya, Nasi Sasak ini punya rasa rempah khas Sasak yang super medok dengan rasa manis, gurih, dan pedas khas Lombok. Nasi sasak ini dibungkus khusus dengan daun pisang beraroma khas.

Saking enaknya, banyak warga Kota Mataram dan sekitar rela antre sejak Subuh, untuk mendapatkan seporsi Nasi Sasak. Selain lezat dan super medok, harga per bungkusnya yakni Rp 5.000 alias goceng, jadi daya tarik pengunjung.

"Saya rela datang abis subuhan, naik motor pelan-pelan sama suami ke sini. Saya tahu Nasi Sasak ini viral karena videonya viral di medsos. Penasaran, kok kata orang-orang enak banget. Eh ternyata bener dong, enak banget," kata Fitri Ayu, salah satu pengunjung kepada detikBali, Minggu (2/8/2026) pagi.

Ayu mengaku rela antre panjang untuk mendapatkan Nasi Sasak tersebut. Rasa penasarannya membuatnya tetap bertahan hingga akhir meski antrean kian ramai seiring hari yang beranjak terang.

"Jujur, ini worth it banget, dibandingkan makanan viral lainnya. Ini tuh makanan khas rumahan banget, khas Sasak lah. Nasinya pulen, lauknya ada tahu tempe santan dan urap, lalu ikan asing bercampur jadi satu. Serius ini enak banget," ujarnya.

"Apalagi harganya cuma Rp 5 ribu, dimana lagi dapat nasi porsi besar cuma modal bayar goceng. Semoga ibu yang jualan ini panjang umur, soalnya enak banget. Pantas saja banyak orang rela sejak Subuh," sambungnya.

Pengunjung lainnya, Atika, mengaku sudah menjadi pelanggan tetap Nasi Sasak. Rasa makanan rumahan khas Sasak yang super medok membuat Atika ketagihan.

"Bibik ini sudah lama jual Nasi Sasak, sebelum dipindah ke Bintaro dia jualan di pinggir jalan sana. Tapi memang bukanya hanya jam 6 sampai 8. Itu pun selalu ramai, biasanya jam 7 pagi itu sudah habis, saking enaknya," ungkapnya.

Atika mengaku setiap membeli Nasi Sasak, ia bisa memesan hingga 10 bungkus. "Dulu pas awal-awal jualan saya pernah beli satu bungkus, eh ternyata enak banget, rasanya mirip makanan yang dibuat ibu saya. Jadi sampai sekarang kalau beli nasi ini wajib beli banyak, nanti bisa makan bareng orang rumah," jelasnya.

Masitah, pemilik Nasi Sasak mengaku kewalahan setiap akhir pekan, karena jumlah pembelinya meningkat hingga dua kali lipat. "Kalau biasanya saya jualan dari jam 6 sampai 8 pagi. Tapi kalau Sabtu-Minggu, jam 7 pagi sudah habis, alhamdulillah," kata Masitah saat diwawancarai detikBali, Minggu.

"Saya jualan setiap hari di sini, pokoknya jam 9 kurang saya sudah balik ke rumah," sambungnya.

Dalam sehari, Masitah bisa mendapatkan Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu hanya dengan berjualan Nasi Sasak hanya bermodal dua jam saja. "Bisa Rp 400-500 ribu, itu untungnya Rp 100 ribu lah. Untungnya memang sedikit, yang penting laku," ujar warga Sesela, Lombok Barat, tersebut.



Simak Video "Menikmati Cita Rasa Sate Lemak di Pak Kempleng Semarang"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB