Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali menyiapkan langkah-langkah khusus untuk menindak warga negara asing (WNA) yang tidak tertib berlalu lintas di Bali. Salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk memberi contoh berkendara yang baik.
"Nanti (masyarakat) bisa memberikan contoh dulu. Jangan kita tertibkan WNA, WNA-nya bilang, 'Itu, pak, masyarakatnya lokal seperti itu.' Jadi, kita sama-sama (tertib)," ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Yong Ferrydjon, dalam konferensi pers Operasi Patuh Agung 2026 di Mapolda Bali, Senin (26/10/2026).
Bersamaan dengan Ops Patuh Agung, pihaknya juga menaruh perhatian pada pelanggaran lalu lintas yang dilakukan WNA di Bali. Beberapa daerah pariwisata seperti Canggu hingga Sanur dinilai menjadi daerah paling sering terjadi penjaringan terhadap WNA yang melanggar lalu lintas.
Titik-titik lain juga akan dipantau untuk mengevaluasi jika adanya perubahan titik pelanggaran lalu lintas oleh WNA di Bali.
"Ke depannya akan terus kami evaluasi apakah ada pergeseran titik atau masih tetap di lokasi tersebut," imbuh Yong.
Lebih lanjut, Yong mengungkap jika pihaknya akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) khusus untuk membahas penanganan WNA yang kerap melanggar lalin. Diskusi akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan ahli untuk memberi masukan terkait topik tersebut.
"Dari sana kita akan meminta masukan serta input, dan rekomendasi yang dihasilkan akan dilaksanakan bersama-sama dengan melibatkan para ahli," terang Yong.
Ditlantas Polda Bali menggelar Operasi Patuh Agung untuk meningkatkan kesadaran untuk selamat berlalu lintas sekaligus menekan angka laka lantas di Bali. Sebanyak 1.055 personel Polda Bali dan Polres jajaran diterjunkan dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari itu.
Simak Video "Video: Korlantas Pakai Face Recognition, 16 Ribu Pelanggaran Pelat Nomor Terekam ETLE"
(hsa/hsa)