Aksi penolakan warga hingga berujung blokade jalan tak menghentikan mutasi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Serka Sulaiman. Dia tetap dipindahkan ke satuan baru, yakni Kodam XXX/Rinambora.
"Iya benar," ucap Komandan Kodim (Dandim) 1608 Bima Letkol Samuel Asdianto Limbongan, dikonfirmasi detikBali, Minggu (18/10/2026).
Samuel mengatakan Serka Sulaiman merupakan satu dari 17 personel Kodim 1608 Bima yang pindah tugas ke Kodam baru yang terbentuk di NTB tersebut.
"Totalnya ada 17 personel, termasuk Serka Sulaiman. Tadi semuanya dilepas di Kodim Bima menuju Kodam Rinambora yang berlokasi di Mataram," katanya.
Dandim menegaskan perpindahan satuan para personel merupakan kebutuhan organisasi dan perintah kedinasan untuk mendukung tugas di lingkungan Kodam XXX/Rinambora.
"Prajurit TNI tetap berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit," tegasnya.
Samuel menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian 17 prajurit TNI selama bertugas di Kodim 1608 Bima. Pengalaman selama bertugas di Kodim Bima diharapkan menjadi bekal bagi mereka di satuan baru.
"Kami minta agar Prajurit tetap melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, dan senantiasa jaga nama baik satuan.
Dandim juga berpesan agar para personel memberikan pemahaman kepada keluarga bahwa perpindahan tersebut merupakan bagian dari tugas dan pengabdian sebagai prajurit TNI.
Sebelumnya, warga memblokade Jalan lintas Tente-Parado, tepatnya di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap mutasi Babinsa Sakuru, Serka Sulaiman.
Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial Facebook, warga menutup ruas jalan provinsi tersebut menggunakan batang bambu yang dipalang melintang. Sejumlah sepeda motor juga diparkir di tengah jalan hingga sempat mengganggu arus lalu lintas.
Simak Video " Video: Duh! OTK Blokade 6 Ruas Jalan di Seram Bagian Barat Maluku"
(dpw/dpw)