Cinta, Warisan, dan Darah: Akhir Kasus Mayat Sosialita AS dalam Koper di Bali

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 25 Feb 2026 15:29 WIB
Proses pendeportasian WN AS, Tommy Schaefer (baju biru), pembunuh ibu kekasih dalam koper di Regis Bali Resort, Nusa Dua, Badung, pada 2014. Tommy dideportasi ke negaranya pada Selasa (24/2/2026) malam. (Dok. Kanwil Imigrasi Bali)
Denpasar -

Tommy Schaefer akhirnya menghirup udara bebas setelah menyelesaikan masa hukuman 18 tahun di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung. Ia dinyatakan bebas murni pada 14 Februari 2026, sebelum kemudian dideportasi ke Amerika Serikat (AS).

"Yang bersangkutan bebas murni dan telah selesai masa pidananya. Maka selanjutnya, kami serahkan ke pihak imigrasi untuk langsung dideportasi ke negara asal," ungkap Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kerobokan, Moretska Victor Noya, saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (25/2/2026).

Kebebasan Schaefer kembali mengingatkan publik pada kasus pembunuhan sadis yang menggemparkan Bali pada 2014. Saat itu, ia bersama kekasihnya, Heather Lois Mack, membunuh ibu Heather, Sheila von Wiese Mack, dan menyembunyikan jasad korban di dalam koper.

Liburan Berujung Pembunuhan

Peristiwa bermula ketika Wiese Mack, sosialita asal Amerika Serikat (AS), datang ke Bali bersama putrinya pada Agustus 2014. Heather dan Schaefer tiba lebih dulu di Pulau Dewata pada Senin (11/8/2014) dan menginap di St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung.

Alih-alih menikmati liburan, pasangan muda itu justru menyusun rencana pembunuhan. Hubungan Heather dengan ibunya diketahui telah lama memburuk.

Pada Selasa (12/8/2014) sekitar pukul 09.00 Wita, rencana tersebut dijalankan. Di kamar hotel, kepala Wiese Mack dihantam berkali-kali menggunakan mangkuk hingga tewas.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, Heather dan Schaefer mengambil kartu kredit serta uang milik Wiese Mack. Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam koper besar.

Sekitar pukul 12.00 Wita, taksi yang mereka pesan tiba di lobi hotel. Koper berisi jasad dimasukkan ke bagasi. Heather dan Schaefer berdalih hendak mengurus administrasi di resepsionis, lalu meninggalkan taksi tersebut.

Dua jam berlalu tanpa kabar. Sopir taksi, Ketut Wirjana, curiga karena penumpangnya tak kunjung kembali. Ia melaporkan koper yang diletakkan di bagasinya kepada petugas keamanan hotel, terlebih terdapat bercak darah di permukaannya.

Atas saran petugas, Wirjana melapor ke Polsek Kuta Selatan. Saat koper dibuka, polisi menemukan jasad Wiese Mack dalam kondisi meringkuk dan setengah telanjang.

Simak Video "Video: Diduga Cemburu, Anak Lurah Ditusuk Pacar Hingga Tewas di Gresik"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork