Penjual bendera musiman jelang HUT ke-81 RI mulai menjamur, termasuk di Kabupaten Karangasem, Bali. Mereka menjajakan bendera merah putih berbagai ukuran di pinggir-pinggir jalan di wilayah perkotaan Karangasem.
Amas Alek adalah salah satu penjual bendera di pinggir Jalan Diponegoro, Karangasem. Pria asal Bandung itu mengaku baru tiga hari berjualan di sana. Menurut Alek, penjualan bendera saat ini masih sangat minim.
"Saya jualan sejak tiga hari yang lalu, paling banyak dapat Rp 200 ribu sehari," kata Alek, Minggu (2/8/2026).
Sehari-hari Alek merupakan seorang penjahit di kampung halamannya. Setiap menjelang Hari Kemerdekaan, ia rutin menjadi penjual bendera. Alek juga bekerja bersama penyedia kain bendera dan ditempatkan di wilayah Karangasem bersama dengan enam orang temannya.
Alek mulai jualan sejak pukul 07.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita. Dia berharap dalam beberapa hari ke depan omzetnya bisa meningkat seperti tahun yang mencapai Rp 500 ribu-600 ribu per hari.
"Untuk saat ini, ya dicukup-cukupkan. Bisa untuk makan saja sudah bersyukur," ujar Alek.
Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, biasanya masyarakat mulai ramai membeli bendera sejak sepekan sebelum 17 Agustus. Bendera yang paling laris biasanya berukuran sedang dengan harga Rp 60 ribu per lembar.
"Untuk rata-rata harga bendera yang saya jual mulai dari Rp 5 ribu-300 ribu tergantung ukuran. Tahun lalu dalam sebulan saya dapat omzet sekitar Rp 8 juta," ucap Alek.
"Kalau jualan di wilayah Denpasar baru ramai, teman kemarin sempat telepon katanya dapat Rp 1,5 juta-Rp 2 juta sehari. Sedangkan saya masih hitungan ratusan ribu," imbuhnya.
Simak Video "Video: Rayakan Hari Anak, Lapas Karangasem Beri Remisi Tahanan Dibawah Umur"
(iws/iws)