Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan 21 juta ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita atau kelompok 3B menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.
Target tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono setelah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Tim Pembina Posyandu di Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).
BGN menyebut lebih dari 10 juta sasaran dari kelompok tersebut telah menerima MBG. Sementara sekitar 10 juta lainnya belum terlayani, terutama di wilayah dengan angka stunting tinggi dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Total balita, busui, dan bumil berdasarkan data yang ada sekitar 21 juta yang sampai dengan hari ini sudah kita berikan MBG sekitar 10 juta lebih, jadi masih ada 10 juta yang memang belum menerima MBG," kata Sudaryono.
Sudaryono mengatakan BGN kini tengah berusaha mengaktifkan dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas jangkauan program. Menurutnya, pemenuhan gizi kelompok 3B menjadi bagian penting dalam misi menekan angka stunting.
"3B ini penting dalam rangka untuk penanggulangan angka stunting, supaya betul-betul tidak boleh lagi ada generasi kita yang stunting," ujar Sudaryono.
Pemberian MBG setiap hari bagi kelompok 3B disebut sebagai pelengkap dari program pemberian makanan tambahan (PMT) yang sebelumnya telah disalurkan melalui Posyandu. Jika PMT biasanya diberikan sebulan sekali, MBG menjadi tambahan intervensi gizi harian bagi kelompok tersebut.
"Sebelum ada BGN sebetulnya sudah ada yang juga disalurkan melalui Posyandu-Posyandu, ketambahan intervensi gizi melalui program MBG makanan siap saji yang disediakan setiap hari," jelas Kepala BGN yang baru menjabat 3 bulan itu.
Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, mengatakan kader juga akan membantu memastikan makanan diterima oleh sasaran yang tepat serta ikut menilai kualitas makanan yang dibagikan.
"Kami tidak hanya mengawasi pendistribusian, tapi juga kami memberi edukasi bagaimana pentingnya makanan bergizi dan juga ikut menilai kualitas dari makanan bergizi yang diberikan," kata Tri.
Sudaryono berharap keterlibatan kader Posyandu dapat memperkuat pengawasan sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran.
"Dengan tambahan MoU yang baru saja saya tanda tangani dengan Ketua Umum Posyandu, bukan hanya distribusinya saja, tapi juga ada edukasi gizinya, ada pendataannya, ada kemudian memastikan tepat sasaran," tuturnya.
Sementara itu, Tri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan BGN kepada Tim Pembina Posyandu untuk terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
"Kami bersyukur bahwa kami bisa berkontribusi untuk kegiatan-kegiatan yang sebetulnya sudah kami laksanakan di Posyandu melalui pemberian makanan tambahan sebelumnya," pungkasnya.
Simak Video "Video Prabowo: Anak-anak Harus Dapat Pendidikan yang Baik, MBG Saja Tak Cukup"
(mud/mud)