detikBali

Korut-Korsel Memanas, Sengketa Ranjau Picu Ketegangan di Perbatasan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Korut-Korsel Memanas, Sengketa Ranjau Picu Ketegangan di Perbatasan


Haris Fadhil - detikBali

North Korean guard posts and military fences on the North side of the Demilitarised Zone (DMZ) dividing the two Koreas, are seen from a South Korean observatory in the border city of Paju on October 20, 2026. South Koreas military warned October 20, of a firm response and resolute punishment for any further provocations by North Korea, saying it was unacceptable for Pyongyang to blame Seoul for escalating tensions. (Photo by Jung Yeon-je / AFP)
Perbatasan Korea kian memanas. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)
Denpasar -

Korea Utara (Korut) memindahkan unit-unit militernya ke posisi tembak di perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel) di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Pyongyang bahkan mempertimbangkan pengerahan sarana serangan tambahan ke perbatasan.

Dilansir dari detikNews, Kamis (22/10/2026), ketegangan kedua negara meningkat tajam sejak bulan lalu. Korsel menuding Korut memasang ranjau darat yang meledak di Zona Demiliterisasi (DMZ), wilayah perbatasan dengan pengamanan ketat. Namun, Pyongyang membantah tuduhan Seoul tersebut.

Korut telah memasang ranjau dan penghalang di sepanjang perbatasan sejak April 2024. Pada bulan ini, Korsel menyebut Pyongyang telah mengerahkan hingga 7.000 pekerja ke kawasan tersebut. Personel Korut juga dilaporkan menyeberangi Garis Demarkasi Militer (MDL) sekitar 50 kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan semakin meningkat setelah Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, menuduh militer Korsel membahayakan tentara Korut dengan melepaskan tembakan peringatan saat Pyongyang memperkuat perbatasan.

ADVERTISEMENT

Kim Yo Jong juga mengancam menghidupkan kembali siaran pengeras suara Korut. Ancaman tersebut berisiko membalikkan langkah deeskalasi yang telah dicapai Presiden Korsel Lee Jae Myung dalam upaya memulai kembali diplomasi dengan Pyongyang.

Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan siaran dan tembakan peringatan di dekat MDL, termasuk di lokasi proyek pemasangan ranjau oleh Korut, merupakan tindakan defensif yang sah. Seoul menyebut langkah tersebut bertujuan mencegah penyusupan dan memaksa pasukan Korut yang menyeberangi garis perbatasan untuk mundur.

"Jika Korea Utara menggunakan tindakan sah kami sebagai dalih untuk melakukan provokasi lebih lanjut, kami akan menghukumnya dengan tegas," kata kementerian tersebut.

Seoul juga mendesak Pyongyang menghentikan klaim yang disebutnya tidak berdasar dan penyusupan melintasi MDL. Korsel turut meminta Korut merespons upaya penyelesaian perbedaan antara kedua pihak terkait garis perbatasan.

Ketua Kepala Staf Gabungan Korea Selatan Jin Young-seung meninjau kesiapan militer saat mengunjungi komando angkatan darat di garis depan. Dia juga memerintahkan operasi untuk memperkuat inisiatif Seoul di Zona Demiliterisasi.

"Kami tidak bisa mentoleransi Korea Utara yang secara keliru mengkarakterisasi tindakan operasional sah kami sebagai provokasi dan mengalihkan tanggung jawab atas meningkatnya ketegangan militer kepada militer kami," kata Jin.

Korut Siagakan Pasukan di Posisi Tembak

Di tengah saling tuding tersebut, Korut mengumumkan telah memindahkan unit-unit militer baru ke posisi tembak di perbatasan dengan Korsel. Pyongyang juga memperingatkan sedang mempertimbangkan pengerahan sarana serangan tambahan ke kawasan tersebut.

"Pimpinan militer kami menekankan perlunya menyadarkan kelompok jahat tersebut bahwa unit-unit pasukan tembak kami telah menempati posisi tembak mereka," kata Kim Yo Jong, seperti dilaporkan media pemerintah Pyongyang dan dilansir AFP, Rabu (21/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Korsel memperingatkan akan memberikan respons 'tegas' terhadap provokasi lebih lanjut dari Korut.

Kim Yo Jong mengatakan Kim Jong Un telah mengeluarkan perintah untuk memperkuat perbatasan dengan negara musuh agar menjadi benteng yang tak tertembus selamanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Marsekal Pak Jong Chon dari Angkatan Bersenjata Korut telah memeriksa sejumlah posisi krusial di perbatasan.

Menurut KCNA, Marsekal Pak menekankan kepada pasukan Korut bahwa saat ini merupakan waktu untuk menyiapkan kekuatan tembak yang cukup besar guna menebar teror ke jantung musuh.

"Jika pasukan musuh melakukan provokasi yang secara nyata mengancam keselamatan para personel militer kita. Pasukan perbatasan DPRK harus mengambil tindakan militer yang sangat mahir, terspesialisasi, dan melumpuhkan," cetusnya, menggunakan nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads