Dampak-dampak Fatal Bayi Usia 24 Hari Diberi Telur Mentah

Tim detikHealth - detikBali
Minggu, 18 Okt 2026 03:30 WIB
Foto: Ilustrasi telur mentah. (Getty Images/ksushachmeister)
Bali -

Bayi berusia 24 hari di Surabaya, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya. Bayi malang itu tak sanggup melewati masa kritis setelah dirawat beberapa hari di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Informasi yang beredar menyebutkan bayi tersebut mengalami demam sebelum diduga diberikan telur mentah oleh neneknya dengan tujuan menurunkan demam. Alena kemudian dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026), saat usianya 28 hari. Pihak rumah sakit membenarkan kabar tersebut.

Mengutip detikHealth, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya memberikan makanan sesuai usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, dan keamanan pangan bayi.

Bayi berusia 24 hari masih berada dalam periode neonatal. Pada usia ini, pemberian makanan selain asupan yang sesuai dengan kebutuhan bayi dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Lantas, mengapa pemberian telur mentah pada bayi usia di bawah satu bulan sangat berbahaya?

Organ Pencernaan Masih Berkembang

Bayi baru lahir memiliki sistem pencernaan yang masih berkembang. Produksi dan aktivitas sejumlah enzim pencernaan pada bayi juga belum matang. Meski demikian, tubuh bayi memiliki kemampuan untuk mencerna ASI yang memang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya.

Pada usia satu bulan, lambung bayi juga masih berukuran kecil. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menggambarkan ukuran lambung bayi pada usia ini kurang lebih sebesar telur bebek. Kondisi tersebut membuat pemberian asupan perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan bayi.

Selain itu, bayi berusia 24 hari masih memiliki tongue thrust reflex, yaitu refleks alami ketika lidah mendorong sesuatu yang masuk ke dalam mulut ke arah luar. Refleks ini merupakan bagian dari perkembangan bayi dan membantu melindunginya dari benda atau makanan yang belum siap ditelan.

ASI menjadi sumber nutrisi utama yang direkomendasikan untuk bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Kandungan energi, protein, lemak, vitamin, mineral, dan komponen bioaktif di dalamnya cukup untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan bayi.

WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Pada periode tersebut, bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif tidak memerlukan tambahan makanan maupun minuman lain, termasuk air putih.



Simak Video "Video: Bayi 28 Hari Meninggal Usai Diduga Konsumsi Telur Mentah"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork