Bupati Badung Kebut Proyek Pedestrian dan Restorasi Pantai Kuta

Agus Eka Purna Negara - detikBali
Minggu, 11 Okt 2026 20:37 WIB
Foto:B upati I Wayan Adi Arnawa, dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat meninjau penanganan abrasi di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Minggu (11/10). (Dok. Pemkab Badung)
Badung -

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan pemerintah terus mengebut proyek penataan garis pantai di koridor Kuta, Legian, hingga Seminyak, Kecamatan Kuta. Langkah konkret ini diambil untuk mengawal ketahanan pesisir sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan para wisatawan.

"Pantai Kuta ini ikon pariwisata internasional yang punya nilai sangat strategis. Makanya kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikannya sebagai ikon dan menjaga marwah Pantai Kuta," ujar Adi Arnawa, Minggu (11/10/2026).

Penataan kawasan pesisir ini mencakup pengerjaan proyek pedestrian serta restorasi pantai secara menyeluruh. Upaya tersebut menjadi komitmen penuh pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

"Proyek pedestrian dan restorasi pantai yang sedang berjalan di koridor Kuta-Legian-Seminyak ini kami fokuskan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan seluruh wisatawan. Kami berkomitmen penuh mengawal ketahanan pesisir demi keberlanjutan ekonomi masyarakat," kata Adi Arnawa.

Berdasarkan data teknis Kementerian Pekerjaan Umum, sekitar 215 kilometer dari total 633 kilometer panjang pantai di Bali saat ini mengalami abrasi. Pemerintah sendiri telah menginvestasikan Rp 1,2 triliun sepanjang periode 2007 hingga 2025 untuk menangani 130 kilometer pantai.

"Total panjang pantai di Bali mencapai 633 kilometer, dan sekitar 215 kilometer di antaranya mengalami kondisi abrasi. Untuk menyelesaikan sisa 85 kilometer pantai yang masih kritis, dibutuhkan penanganan lanjutan dengan estimasi anggaran mencapai Rp 4 triliun," ungkap Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Juno Asmoro, dalam keterangannya.

Guna mengantisipasi kerusakan yang lebih luas, Kementerian PU mengusulkan adanya kajian berkala bersama BRIN. Evaluasi bersama ini difokuskan pada pemantauan dinamika iklim, kenaikan muka air laut, hingga perubahan pola gelombang.

"Pihak Kementerian (PU) turut mengusulkan adanya kajian bersama BRIN untuk mengidentifikasi dinamika iklim, kenaikan muka air laut, dan perubahan pola gelombang secara berkala. Langkah sinergis ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kerusakan pesisir yang terus membayangi kawasan koridor pariwisata utama," papar Triono.

Langkah percepatan ini juga merespons arahan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri. Megawati mengingatkan agar mitigasi infrastruktur pesisir tidak dikerjakan secara parsial, dan mendorong keterlibatan BRIN dan para pakar guna menghasilkan kebijakan berbasis kajian ilmiah yang tepat sasaran.

"Penanganan infrastruktur, khususnya mitigasi abrasi pantai seperti di Pantai Kuta ini, tidak boleh dikerjakan secara sepotong-sepotong atau setengah-setengah. Kita harus ingat dan sampaikan kepada generasi muda: jika kita tidak merawat dan menjaga alam kita, Bali ini bisa hilang," kata Megawati.



Simak Video "Video: Sampah Menumpuk di Pantai Kuta, Banyak yang Buang Diam-diam "

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork