Pemerintah menegaskan rencana pembangunan dermaga taksi air di Kabupaten Badung belum bersifat final karena masih harus melewati sedikitnya 14 kajian lanjutan. Pengkajian mendalam dan menyeluruh mencakup aspek sosial budaya, lingkungan, hingga teknis perlu dilakukan sebagai langkah awal memastikan keberlangsungan proyek tersebut.
Sebagai awalan, pemerintah pusat mengadakan sosialisasi ke masyarakat. Seluruh hasil analisis tersebut bakal menjadi landasan utama pemerintah mengambil keputusan akhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana tersebut belum final, masih harus menyelesaikan sedikitnya 14 kajian lanjutan mencakup aspek sosial budaya, lingkungan hingga teknis," kata Asisten Sarana dan Prasarana Pendukung Konektivitas Kemenko Infra, Liz Zeny Merry, Jumat (2/10/2026).
Ia menegaskan sosialisasi menjadi langkah awal sebelum pemerintah menentukan arah pengembangan transportasi laut ini. Menurutnya kawasan Berawa menjadi salah satu titik yang masuk dalam radar pertimbangan awal lokasi dermaga.
"Berawa salah satu kawasan yang masuk pertimbangan awal. Dari aspek teknis memiliki karakteristik gelombang relatif lebih rendah dibanding sejumlah titik lain di sepanjang pantai," tutur Liz.
Meski demikian, kriteria teknis bukan satu-satunya jadi fokus utama. Ia menegaskan pemerintah perlu melakukan kajian secara menyeluruh, memperhitungkan aspek lain selain teknis dan dampak lainnya. Selain itu salah satu fokus perhatian utama yakni mengantisipasi potensi perubahan sedimentasi pantai apabila dibangun pemecah gelombang (breakwater).
"Kawasan suci dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga jadi aspek penting yang butuh kajian mendalam. Kami ingin wisata semakin nyaman dan persoalan kemacetan bisa dicarikan solusi, tapi manfaat pembangunan juga harus lebih besar daripada dampaknya," kata Liz.
Penyusunan studi kelayakan teknis, kata dia, juga melibatkan Universitas Udayana (Unud). Proses ini dilakukan sebelum berlanjut ke proses penyusunan DED. Kata dia, semua masukan masyarakat selama sosialisasi juga ditampung.
Ia menegaskan saat ini prosesnya masih komunikasi awal serta pengkajian bersama warga sekitar sehingga belum jadwal pembangunannya belum bisa dipastikan . Pemerintah memastikan proyek tidak akan dipaksakan jika dari hasil analisis terbukti tidak layak.
Untuk diketahui, dermaga taksi laut bakal dibangun di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung mewanti-wanti agar pembangunan dermaga tidak mengganggu umat Hindu dan nelayan.
"Rencana site dermaga ini berada di sekitar area pura sehingga kami harus memastikan keberadaan Pura Segara dan bbmpat pengambilan air suci bagi masyarakat tidak terdampak. Kami akan mengkaji lebih dalam agar kegiatan sosial budaya dan nelayan tetap berjalan," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan, saat peninjauan lapangan.
Pembangunan dermaga di Pantai Perancak diperkirakan membutuhkan lahan lebih dari tiga hektare untuk fasilitas utama dan penunjang. Namun pemerintah daerah perlu memastikan rencana proyek ini tidak mengganggu aspek lain seperti lingkungan, lalu lintas, kegiatan sosial-budaya dan perekonomian warga setempat.