Internasional

Peringatan Otoritas Nepal-China soal Risiko Banjir Dahsyat Susulan di Himalaya

Tim detikNews - detikBali
Sabtu, 29 Agu 2026 08:40 WIB
Lumpur tutupi permukiman sesai banjir bandang melanda Nepal. (Foto: REUTERS/Navesh Chitrakar)
Denpasar -

Otoritas Nepal dan China mengeluarkan peringatan terkait risiko banjir dahsyat susulan di kawasan Himalaya. Danau yang terbentuk di kedua sisi perbatasan Nepal-Tibet akibat tanah longsor sebelumnya, disebut berpotensi jebol dan meluapkan air bah ke kawasan yang diterjang banjir bandang pekan ini.

Dilansir dari detikNews pada Sabtu (28/8/2026), baik Nepal maupun China menyatakan bahwa banjir bandang itu disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran deras berupa bebatuan, material es, lumpur, dan puing-puing. Aliran deras itu lantas menerjang sistem sungai pegunungan Himalaya.

Mencairnya gletser di seluruh dunia diyakini disebabkan oleh perubahan iklim. Hal itu disebut meningkatkan risiko banjir danau glasial dan runtuhnya gletser.

Otoritas penanggulangan bencana Nepal, menyatakan bahwa permukaan air di sebuah danau yang terbentuk akibat tumpukan puing yang membendung sungai di lokasi yang dilanda banjir, sedang mengalami kenaikan dan berisiko jebol.

"Warga di bantaran yang lebih rendah... para penumpang, petugas penyelamat yang terlibat dalam operasi penyelamatan, dan semua pihak terkait diminta untuk sangat berhati-hati dan tetap berada di tempat yang aman, jauh dari bantaran sungai dan area-area yang berisiko," demikian bunyi peringatan otoritas Nepal pada Kamis (27/8).

Otoritas China setali tiga uang. Melalui media pemerintah CCTV, mereka memperingatkan bahwa danau yang terbentuk setelah tanah longsor melanda perbatasan China-Nepal berisiko tinggi jebol dan mengalirkan air bah ke hilir.

Bahkan, mereka memprediksi ketinggian air akan meningkat selama tiga hari ke depan dan mencapai puncaknya sekitar 1 September mendatang. Situasi ini diperburuk oleh prakiraan cuaca yang memperkirakan hujan akan turun di wilayah tersebut selama tiga hari ke depan.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Banjir Bandang Nepal-2 Kali Praperadilan Febrie Ditolak"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork