Festival Gebogan Dongkrak Kunjungan di The Blooms-Ulun Danu Beratan

I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali
Minggu, 09 Agu 2026 18:45 WIB
Wisatawan mancanegara memadati Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Senin (3/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Tabanan -

Pelaksanaan Parade Gebogan dan Baleganjur mendongkrak kunjungan wisatawan di kawasan Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Jumlah turis meningkat hingga 62 persen selama festival yang digelar sejak 21 Juni hingga 9 Agustus 2026 tersebut.

"Rata-rata kunjungan yang sebelumnya berada di kisaran 300 hingga 400 orang per hari, kini meningkat menjadi sekitar 700 hingga 800 orang per hari," ujar Direktur Utama PT Ulun Danu Beratan Lestari, I Wayan Mustika, Minggu (9/8/2026).

Kunjungan di kawasan Ulun Danu Beratan juga turut meningkat dari rata-rata 2.000 orang per hari menjadi sekitar 2.500 orang per hari saat festival. Bahkan, pada waktu tertentu jumlah kunjungan bisa mencapai 3.000 orang dalam sehari.

Berdasarkan karakteristik wisatawan, kunjungan ke Ulun Danu Beratan didominasi turis mancanegara, khususnya dari India. "Sementara di The Blooms Garden, mayoritas wisatawan yang datang merupakan wisatawan domestik, terutama dari Yogyakarta dan Jawa Tengah," imbuh Mustika.

Menurut Mustika, festival tersebut tidak hanya menghadirkan atraksi baleganjur atau parade gebogan. Para wisatawan, dia berujar, juga berkesempatan untuk melihat dan terlibat langsung dalam proses pembuatan gebogan.

"Secara umum, wisatawan bisa melihat langsung bagaimana membuat gebogan dan tradisinya. Jadi tidak hanya melihat atraksi atau parade, tetapi wisatawan juga ikut terlibat," imbuhnya.

Mustika berharap festival tersebut dapat terus dikembangkan pada tahun mendatang. Selain menjadi bagian dari pelestarian tradisi, festival tersebut juga diharapkan mampu mengangkat potensi ekonomi lokal.

Terlebih, konsep gebogan mengedepankan berbagai hasil pertanian dan produk lokal. Misalkan penggunaan buah-buahan lokal dan palawija seperti jagung, biji-bijian, ketupat, hingga telur.



Simak Video "Video Prabowo: Hormati Guru-Jangan Jelekin Orang, Itu Kunci Keberhasilan"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork